Pemerintah Sediakan Insentif Mobil Listrik

Pemerintah Sediakan Insentif Mobil Listrik
Pengisian baterai mobil listrik. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / JAS Senin, 14 Januari 2019 | 19:59 WIB

Jakarta – Pemerintah menyediakan insentif berbentuk perbedaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan insentif lainnya untuk pengembangan teknologi kendaraan bermotor listrik.

PPnBM yang diterapkan untuk kendaraan listrik 50 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan biasa.

“Kita juga perlu mendukung industri pendukungnya, seperti industri baterai, industri untuk men-charge baterai, dan juga industri pembuat komponen,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/1).

Menkeu mengatakan, saat ini pemerintah sudah memformulasikan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum pengembangan kendaraan bermotor listrik di Indonesia.

“Tentu, kami juga perlu berkonsultasi dengan DPR. Karena sesuai Undang Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN), kita harus mengadakan konsultasi dan kita akan segera menulis surat ke DPR,” jelas Menkeu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, pengembangan kendaraan bermotor listrik harus dijadikan sebagai momentum untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mampu menguasai teknologi terkini, sekaligus digunakan sebagai penciptaan nilai tambah, efek berganda melalui upaya memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Kementerian Perindustrian terus mendorong industri otomotif nasional untuk mengembangkan mobil listrik mengikuti tren kendaraan masa depan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Pengembangan mobil listrik menjadi salah satu komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 mendatang.

Presiden Jokowi secara khusus mengingatkan pentingnya regulasi sebagai payung hukum yang mengatur pembangunan industri kendaraan bermotor listrik.

“Regulasi yang mengatur mengenai program kendaraan bermotor ini disiapkan dan diselesaikan sehingga negara kita dapat beralih lebih cepat lagi menjadi pemain utama dalam kendaraan bermotor listrik,” katanya.

Program pengembangan industri kendaraan bermotor listrik juga harus direncanakan, dilakukan secara terpadu, dan terintegrasi antarkementerian/lembaga.

“Dan, tentu saja jangan lupa melibatkan swasta, baik dari sisi risetnya, inovasinya, sampai dengan penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily
CLOSE