BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun

BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun
Direktur Utama BAKTI, Anang Latif. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Rabu, 16 Januari 2019 | 22:38 WIB

Jakarta - Sepanjang tahun 2018, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membukukan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun. Dari hasil tersebut, BAKTI tercatat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dengan pendapatan terbesar kedua dari sekitar 224 BLU yang ada di Indonesia.

"Sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor penyumbang PNBP terbesar buat Negara. Bahkan sebagian PNBP sektor telekomunikasi berupa PNBP Universal Service Obligation/USO, yang dipungut dari 1,25 persen pendapatan kotor dari operator telekomunikasi, dikelola langsung oleh BAKTI," kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (16/1).

Untuk tahun 2019, BLU di bawah Kementerian Kominfo ini diberi target pendapatan mencapai Rp 3,1 triliun, atau meningkat 6,0 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2018.

Anang menjelaskan, tugas utama BAKTI adalah mengatasi kesenjangan digital di Indonesia dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh pelosok Indonesia hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan perbatasan.

Pada tahun 2020, BAKTI juga telah mencanangkan program "Merdeka Sinyal". Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 11 persen wilayah di Indonesia yang belum tersentuh sinyal atau blank spot. Wilayah tersebut terletak di 5.300 desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan target Mardeka Sinyal pada 2020 tersebut, BAKTI saat ini terus menggeber pembangunan 5.000 base transceiver station (BTS) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini tidak dilirik operator telekomunikasi karena alasan bisnis. Hingga akhir tahun 2018, BTS Bakti Sinyal yang sudah on air mencapai sekitar 1.050 BTS.

"Proses pembangunan BTS ini memang agak lambat karena sebelumnya kita harus mempelajari dulu skemanya. Tapi kita optimistis bisa membangun 5.000 BTS sampai 2020 untuk mewujudkan Indonesia merdeka sinyal," kata Anang Latief.

BAKTI saat ini juga tengah menyelesaikan proyek Palapa Ring yang ditargetkan rampung seluruhnya di 2019. Tahun ini, rencana pembangunan Satelit Multifungsi dengan teknologi high-throughput satellite (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi juga akan segera dimulai. Targetnya satelit tersebut akan diluncurkan pada 2022.



Sumber: BeritaSatu.com