Bangun SPBU Baru, Shell Perbanyak Mitra

Bangun SPBU Baru, Shell Perbanyak Mitra
Direktur Retail Shell Indonesia Wahyu Indrawanto dan Komite BPH MIgas, Muhammad Ibnu saat meresmikan 4 SPBU di Jatim di Jalan Yonosoewoyo Surabaya, Kamis (17/1). ( Foto: Beritasatu Photo )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 17 Januari 2019 | 18:54 WIB

Surabaya - Shell Indonesia berencana menambah mitra bisnis dalam pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Perusahaan berencana menambah 5 hingga 7 SPBU pada tahun 2019 ini.

Direktur Retail Shell Indonesia, Wahyu Indrawanto, mengatakan, awal tahun ini Shell resmi mengoperasikan 4 SPBU di wilayah Jatim. Dengan dioperasikannya 4 SPBU tersebut, jumlah SPBU Shell di Indonesia kini mencapai 94 SPBU yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Sumatera Utara, serta Jawa Timur.

"Sampai akhir tahun 2019 ini, kita berencana menambah 5 hingga 7 SPBU baru," kata Indra, di Surabaya, Kamis (17/1)

Menurutnya, penambahan SPBU baru itu termasuk diantaranya di Jatim yakni di Malang, Tuban, Madiun, Jember dan beberapa daerah lainnya.

"Kami telah mengoperasi terminal BBM di Gresik sehingga memungkinkan penambahan SPBU di beberapa daerah di Jatim. SPBU baru itu untuk merespon pelanggan kami disini," terangnya.

Indra mengatakan. pada 2015 Shell sebetulnya sudah membuka SPBU di Surabaya, namun sejak 2015 lalu SPBU itu kemudian ditutup. Dibukanya kembali SPBU Shell di Jatim karena melihat potensi ekonomi wilayah ini yang semakin tumbuh.

"Kami optimistis pembukaan kembali SPBU Shell ini dapat berkontribusi terhadap kebutuhan BBM masyarakat, serta menjawab kebutuhan pelanggan di Jawa Timur," kata Indra.

Indra menambahkan, dalam pengembangan SPBU di beberapa daerah ke depan, pihaknya akan menggandeng mitra. Sejauh ini, dari total jumlah 94 SPBU Shell di Indonesia, yang bermitra masih dibawah 2 persen dan tersebar di Sumatera dan Jabodetabek.

"Kita akan mengundang sebanyak-banyak mitra baik individu maupun korporasi dalam pengembangan SPBU Sheel kedepan dengan lokasi dan penawaran yang sama. Investasi untuk satu SPBU di luar lahan, minimal sebesar Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar," ujarnya.

Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, mengatakan, jumlah lembaga penyalur atau SPBU di Indonesia saat ini mencapai 7.451. Sejauh ini, masih ada ketimpangan atas ketersediaan SPBU di pulau Jawa dengan di luar pulau Jawa.

"Karena itu, kami mengundang Shell dan mitranya untuk membuka SPBU di daerah di luar pulau Jawa," katanya.



Sumber: Investor Daily