Robot Saingi Barista?

Robot Saingi Barista?
Ilustrasi robot pembuat kopi. ( Foto: thespoon.tech )
Anselmus Bata / AB Sabtu, 26 Januari 2019 | 11:44 WIB

Davos - Ada pemandangan menarik ketika seorang peserta World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, memesan kopi kepada robot. Robot penyedia kopi memang disiapkan untuk melayani peserta saat istirahat di sela-sela pertemuan para pemimpin ekonomi dunia.

Benoit Gerber, manajer produk lokal di ABB multinasional Swiss-Swedia, yang menyediakan robot pembuat kopi di ajang WEF, Jumat (25/1), menyatakan robot yang diberi nama YuMi itu "berusia" empat tahun dan baru pertama kali hadir dalam perhelatan tersebut. YuMi dapat membuat kopi dalam waktu kurang dari 90 detik dengan mesin kopi Nespresso. Selain membuat kopi, YuMi juga bisa membuat telepon seluler dan jam tangan.

Kehadiran YuMi di WEF, kata Benoit Gerber, juga untuk membuktikan bahwa teknologi robotik telah mampu mencapai hal-hal yang dilakukan manusia.

Tak hanya di WEF, beberapa tahun lalu telah hadir robot pembuat kopi di negara-negara maju. Salah satunya di University of Texas, Amerika. Robot pembuat kopi atau robot barista di universitas yang memiliki sekitar 10.000 mahaswa ini diberi nama Briggo. Robot ini mampu membuat semua jenis minuman kopi sesuai permintaan pembeli. Dengan kemanmpuannya itu, setiap hari Briggo sibuk menyeduh kopi bagi para pembeli. 

Robot pembuat kopi.

Tak hanya di Amerika, Jepang yang dikenal sebagai negara pembuat robot juga memiliki Sawyer. Robot ini "bekerja" di Henna Cafe yang terletak di kawasan bisnis dan perbelanjaan di Shibuya, Tokyo. Robot ini bisa menggiling biji kopi, mengisi filter, dan menuangkan air panas ke dalam lima cangkir kertas sekaligus. Harga kopi racikan Sawyer per Februari 2018 sebesar 320 yen atau sekitar Rp 40.000 dengan kurs saat ini. Tak hanya kopi, Sawyer juga bisa membuat kapucino, cokelat panas, dan teh hijau dicampur susu (latte).

Operator kafe, Masataka Tamaki, menyatakan penggunaan robot membuat perusahaan lebih efisien, karena hanya dibutuhkan satu orang sebagai pengawas. Bandingkan dengan tenaga kerja di sebuah kedai kopi. Tak hanya itu, Sawyer juga bisa menghibur pelanggan dengan "atraksi" saat membuat kopi. Hasilnya, Sawyer bisa menyajikan kopi berkualitas dengan harga yang wajar.

Pemesanan kopi yang dilayani robot pembuat kopi.

Fenomena robot barista menarik perhatian Michael Wolf yang menulis artikel di thespoon.tech pada akhir Februari 2018. Dia menyoroti fenomena robot pembuat kopi di Cafe X di San Francisco, Amerika. Menurutnya, robot barista telah beralih dari objek wisata menjadi pengalaman sehari-hari. Warga San Francisco sudah bisa menerima kopi buatan robot, yang dinilainya layak, dengan layanan cepat, sekaligus mendapat pengalaman menyenangkan.

"Saya bisa melihat masa depan Cafe X yang telah banyak tersebar. Namun, saya juga berpikir barista terbaik, seperti juga koki terbaik, tidak dapat dengan mudah digantikan robot," tulisnya.



Sumber: CNBC dan Berbagai Sumber