RI Tolak Penyetaraan Industri Kelapa Sawit dengan Industri Tembakau dan Alkohol
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RI Tolak Penyetaraan Industri Kelapa Sawit dengan Industri Tembakau dan Alkohol

Selasa, 29 Januari 2019 | 17:34 WIB
Oleh : L Gora Kunjana / AO

Yogyakarta, Beritasatu.com – Cendekiawan Sawit Indonesia yang terdiri atas para akademisi dan peneliti kelapa sawit di bawah koordinasi Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia (Maksi), menolak penyetaraan industri kelapa sawit dengan industri tembakau dan alkohol.

Demikian hasil focus group discussion (FGD) bertema "Sikap Cendekiawan Sawit Indonesia terhadap Penyetaraan Industri Sawit dengan Industri Tembakau dan Alkohol" untuk mengkaji lebih dalam dan menentukan sikap terhadap paper bertajuk “The Palm Oil Industry and Noncommunicable Disesae” dalam buletin resmi yang dirilis oleh WHO pada 8 Januari 2019.

Artikel yang ditulis Kadandale S, Marten R, dan Smith R itu dianggap menyudutkan industri kelapa sawit yang menyetarakan industri kelapa sawit dengan industri tembakau dan alkohol karena memberikan dampak negatif kepada manusia dan kesehatan di bumi.

Maksi sebagai asosiasi terbesar peneliti kelapa sawit Indonesia merespon artikel tersebut dengan melakukan FGD di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta pada 25-26 Januari 2018 yang diikuti 40 peneliti sawit dari seluruh Indonesia dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan.

Pada kesempatan ini hadir pula perwakilan Koordinator Wilayah Maksi, di antaranya Maksi Korwil Kalsel dan Kalteng, Maksi Korwil Bengkulu, Maksi Korwil Jambi, Maksi Korwil Kalimantan Barat, dan Maksi Korwil Sumatera Barat.

Dalam diskusi tersebut, ahli pangan UGM, Sri Raharjo membedah paper tersebut secara sistematis dan ilmiah, di mana banyak celah paper tersebut tidak berimbang dalam menyajikan data-data sekunder yang didapatkan, terlebih lagi konklusi paper tersebut tidak berkesesuaian dengan tujuan penelitian yang di sampaikan dibagian awal paper tersebut.

Senada dengan Sri Raharjo, Puspo Edi Giriwono, Sekretaris Eksekutif Seafast Center LPPM IPB mengatakan, paper tersebut tidak mengedepankan keberimbangan informasi terkait kelapa sawit bahkan bertolak belakang dengan penemuan-penemuan lain terbaru, tidak menyasar kepada solusi tetapi lebih kepada membangun wacana bahwa kelapa sawit adalah sumber masalah dalam kemunculan penyakit tidak menular.

Pada akhir diskusi, Cendekiawan Sawit Indonesia sependapat bahwa artikel yang dipublikasikan pada Buletin WHO tersebut, bukan studi yang dilakukan oleh WHO dan bukan pula kebijakan atau sikap resmi dari WHO. Selain itu, penerbit paper tersebut (WHO) menyatakan tidak bertanggung jawab atas isi yang ada di setiap paper yang diterbitkan.

Paper tersebut ditulis bukan oleh peneliti sawit. Metode yang digunakan dalam penulisan paper tersebut menggunakan pendekatan sitasi data sekunder yang terlihat tidak sesuai dengan konten yang disadur. Disamping itu, penerbitan paper tersebut melalui peer-reviewed namun tidak diketahui apakah reviewer pada paper tersebut adalah peneliti sawit atau bukan. Sehingga paper yang dihasilkan melahirkan paper yang bias.

Menurut Cendekiawan Sawit Indonesia paper tersebut ditulis tidak menggunakan data yang berimbang antara dampak positif dan dampak negatif akibat dari industrialisasi kelapa sawit.

“Kami (Maksi) konsen dan mendorong seluruh stakeholder sawit untuk turut mensukseskan industri kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Ketua Umum Maksi, Dr Darmono Taniwiryono.

Ia pun mengajak seluruh peneliti sawit Indonesia untuk lebih banyak menulis pada jurnal-jurnal internasional antara lain IJOP (International Journal of Oil Palm) yang dikelola Maksi untuk dapat mengemukakan fakta-fakta sawit sesungguhnya.

Kepada awak media, ia juga mengajak untuk lebih mengedepankan objektivitas dalam memberitakan informasi pada khalayak terutama terkait isu kelapa sawit bukan sekedar mempertimbangkan efek viral semata yang kemudian dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Desmigratif Hadirkan Pelindungan Komprehensif untuk Pekerja Migran dan Keluarganya

Kemnaker menghadirkan program Desmigratif dengan tujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarga.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Bumoon.io Sambut Positif Coldplay Ajak Jokowi Perangi Perubahan Iklim

Bumoon.io Sambut Positif Coldplay Ajak Jokowi Perangi Perubahan Iklim

DIGITAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings