GIC Gunakan Bisnis Model Perusahaan Unicorn di Industri Forex Trading

GIC Gunakan Bisnis Model Perusahaan Unicorn di Industri Forex Trading
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan penasihat GIC, Paulus Lumintang. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 2 Februari 2019 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teknologi seringkali menciptakan model-model bisnis baru yang memberikan nilai lebih untuk para penggunanya. Perusahaan teknologi unicorn seperti Grab, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia, merupakan beberapa contoh bagaimana model bisnis baru, dapat menguntungkan kalangan penggunanya.

Global Investa Capital (GIC) merupakan sebuah perusahaan yang telah resmi terdaftar di Singapura dan telah mendapatkan persetujuan secara legal. GIC sedang menerapkan model bisnis yang serupa dengan Grab ke dalam industri forex trading.

Baca Juga: GIC Trade Hadirkan Revolusi Industri Forex

CEO GIC, Peter Tendean, menjelaskan, perusahaan taksi memiliki seluruh mobil dan mendapatkan seluruh keuntungan dari perjalanan yang dilakukan. Model bisnis Grab berbeda. Grab hanyalah fasilitator antara pemilik mobil yang ingin memberi tumpangan dengan para penumpang, maka keuntungan yang sudah dikurangi biaya yang sangat kecil, diberikan kepada pemilik mobil.

"Model bisnis GIC juga akan menjadi fasilitator yang memungkinkan trader menjadi market maker dan mendapat keuntungan yang dihasilkan oleh trader. Di sisi Grab, bagi pemilik mobil, semakin banyak mobil yang dimiliki maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Sedangkan GIC, semakin banyak lot yang seseorang miliki, maka semakin banyak pula keuntungan yang bisa dia dapatkan," jelas Peter kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (2/2).

Untuk beroperasi di Indonesia, kata Peter, GIC juga menjalin kemitraan dengan pialang terdepan dan berlisensi. "Sehingga, semua transaksi trading yang terjadi di platform GIC akan tercatat di dalam bursa," tegas Peter.

Walaupun sederhana, model bisnis GIC ini dapat membawa terobosan baru dan menarik perhatian pemimpin industri seperti Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Paulus Lumintang, serta mantan pejabat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Dharmayoga Hermansyah. Keduanya, merupakan penasihat GIC.

"GIC adalah perusahan yang sangat inovatif dalam memenuhi kebutuhan pasar," ucap Paulus Lumintang.

Peter menambahkan, bukti akan inovasi yang dihadirkan oleh GIC juga semakin jelas. Dalam bulan Januari saja, komunitas GIC Trade telah mencapai lebih dari 10.000 anggota online.

"Dan yang terdaftar pada platform mereka juga berada di angka ribuan. Oleh karena itu, untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai GIC, silakan kunjungi laman web resmi GIC Trade," tandas Peter.



Sumber: BeritaSatu.com