ESDM: 2 Wilayah Kerja Migas Beralih Gunakan Gross Split

ESDM: 2 Wilayah Kerja Migas Beralih Gunakan Gross Split
Ilustrasi kilang minyak. ( Foto: Istimewa )
Rangga Prakoso / WBP Senin, 11 Februari 2019 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan dua wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) beralih menggunakan skema gross split dari sebelumnya bagi hasil cost recovery. Kedua wilayah itu yakni Lampung III dan GMB Muralim.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pemerintah berkomitmen merealisasikan keinginan kedua wilayah kerja tersebut tersebut dalam waktu satu bulan. "Kita berjanji tanggal 9 Februari harus tanda tangan alih kelolanya. Karena 9 Februari jatuhnya pada Sabtu, maka kita menandatangani WK ini secepatnya, Senin pagi (tadi)," kata Arcandra di Jakarta, Senin (11/2).

Arcandra menerangkan dengan ditandatanganinya dua Kontrak Kerja Sama (KKS), maka total wilayah kerja yang telah menggunakan skema gross split menjadi 39. Perinciannya 14 blok eksplorasi, 21 dari perpanjangan atau alih kelola, serta empat blok yang amendemen. “WK CBM Muralim ini WK pertama yang beralih ke gross split," ujarnya.

KKS WK Lampung III ditandatangani pada 5 Mei 2009 dengan operator PT Harpindo Mitra Kharisma, sedangkan KKS WK GMB Muralim ditandatangani 3 Desember 2010 dengan operator Dart Energy (Muralim) Pte Ltd.

Perubahan skema ini tidak mempengaruhi masa kontrak bagi hasil selama 30 tahun dari tanggal efektif kontrak awal. Adapun luas WK Lampung III adalah 919 km2 dan WK GMB Muralim sebesar 687,92 km2.

Harpindo Mitra Kharisma dan Dart Energy (Muralim) Pte Ltd merupakan KKKS gelombang ketiga yang beralih menggunakan skema gross split. Perubahan menjadi skema gross split sebelumnya telah dilakukan oleh Eni East Sepinggan dan West Natuna Exploration Ltd pada 11 Desember 2018 dan 17 Januari 2019.

Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku, biaya yang sudah dikeluarkan kontraktor pada masa eksplorasi tetap diakui dan diberlakukan sebagai biaya operasi.

Pemerintah berpesan kepada kontraktor untuk memanfaatkan waktu eksplorasi dengan sebaik mungkin dan harus melaksanakan komitmen pasti agar dapat menemukan cadangan hidrokarbon baru dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional.



CLOSE