Kebijakan Bagasi Berbayar Ranah Masing-masing Maskapai LCC

Kebijakan Bagasi Berbayar Ranah Masing-masing Maskapai LCC
Ilustrasi bagasi pesawat ( Foto: Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / WBP Selasa, 12 Februari 2019 | 17:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kebijakan bagasi berbayar dinilai sejumlah pengamat menjadi ranah masing-masing maskapai low cost carrier (LCC) dan sudah sesuai aturan. Maskapai tinggal menggencarkan sosialisasi atas kebijakan tersebut.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, untuk mengakhir polemik pro kontra bagasi berbayar ini maskapai diharapkan mengedepankan faktor proporsional dan mengencarkan sosialisasi baik dari sisi tarif atau acuan aturan yang berlaku.

"Tidak dipungkiri jika saat ini ada maskapai langsung mengenakan tarif yang cukup memberatkan ditambah lagi kurang sosialisasi, akhirnya terjadilah kegaduhan. Saya mempunyai keyakinan jika konsumen dikenakan tarif yang proporsional dan diberikan sosialisasi yang masif, penumpang bisa menerima kok," kata Agus Selasa (12/2).

Terkait desakan beberapa pihak yang meminta agar pemerintah mengatur masalah tarif bagasi ini, Agus menyarankan, agar Kementerian Perhubungan (Kemhub) tidak terlalu jatuh mengurusi masalah tersebut. "Pemerintah fokus saja terkait masalah keselamatan penerbangan," lanjut Pambagio.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Polana B Pramesti mengingatkan, kembali bahwa maskapai yang menerapkan bagasi berbayar agar lebih maksimal sosialisasi terkait tarif yang dikenakan kepada pengguna jasanya. Hal tersebut dapat menjadi informasi yang mengedukasi penumpang baik melalui media elektronik, media cetak, maupun media sosial.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan, masalah bagasi berbayar harus dilihat dari perspektif aturan di Indonesia dan internasional. Sebab sebagai bagian anggota penerbangan internasional, tepatnya resolusi International Air Transport Association (IATA) Nomor 302 Tahun 2011 ditegaskan bahwa maskapai diberikan kebebasan menentukan sendiri kebijakan bagasi.

"Di aturan tersebut disebutkan mulai membebaskan biaya bagasi seluruhnya, sebagian, atau mengenakan biaya pada bagasi yang dibawa penumpang. Tidak hanya itu, kewenangan pengenaan biaya juga boleh dengan penentuan tarif berdasarkan biaya per kilogram, biaya berdasarkan sektor, biaya sama rata, dan sebagainya," kata Alvin dalam keterangan resmi, yang diterima Selasa (12/2).

Apabila dilihat di dalam negeri, tambah Alvin, sejak dulu kebijakan bagasi tidak diatur sehingga maskapai bebas menentukan sendiri. Dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 185 Tahun 2015 ditegaskan bahwa maskapai berbiaya murah atau no frill boleh menerapkan bagasi berbayar atau tanpa bagasi gratis. Sedangkan maskapai kategori medium service dapat memberikan bagasi gratis hingga 15 kilogram (kg), lalu untuk full service maksimal 20 kg.

"Jadi terkait penerapan bagasi berbayar oleh maskapai LCC, jika dilihat dari aturan baik internasional atau Indonesia tidak menyalahi aturan. Sebab mereka berhak untuk itu," kata Alvin.



Sumber: Investor Daily