Ekspor Perikanan Indonesia Naik 12% Setiap Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekspor Perikanan Indonesia Naik 12% Setiap Tahun

Selasa, 12 Februari 2019 | 19:43 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo, sektor perikanan Indonesia telah mengalami perbaikan. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti menyampaikan, produksi perikanan tangkap terus mengalami peningkatan, begitu juga dengan ekspor hasil perikanan yang meningkat.

"Neraca perdagangan perikanan Indonesia sekarang nomor satu di Asia Tenggara. Sementara ekspor ikan Indonesia naik sekitar 10-12 persen setiap tahunnya. Ini semua adalah kekuatan dalam negeri, armada Indonesia, tidak ada lagi kapal asing," kata Susi Pudjiastuti, di acara diskusi media "Langkah Berani Pulihkan Lingkungan", di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2).

Susi memaparkan, sebelum pemerintahan Presiden Jokowi dimulai pada Oktober 2014, jumlah rumah tangga usaha penangkapan ikan memang mengalami penurunan dari 1,6 juta di 2003 menjadi 868.414 di 2013. Penurunan tersebut disebabkan keterbatasan tangkapan ikan di laut, sehingga banyak warga yang berhenti menjadi nelayan. Di saat yang bersamaan, ada sekitar 115 perusahaan eksportir ikan yang tutup akibat tidak ada lagi ikan yang bisa diekspor.

Di tahun 2001, ada aturan yang membolehkan kapal asing untuk bisa berbendera Indonesia dan menangkap ikan di Tanah Air. Susi kemudian mengusulkan kepada Presiden untuk mengamankan kedaulatan Indonesia, sebab yang menjadi penyebab jumlah nelayan dan ikan terus menurun adalah masifnya 10.000 kapal asing yang hilir mudik setiap hari menangkap ikan di perairan Indonesia.

"Melihat kondisi ini, Presiden dengan komitmen yang tinggi langsung menegaskan tidak boleh lagi ada kapal asing. Kita moratorium kapal ikan tangkap eks asing, kemudian Presiden membuat Perpres 44 terkait sektor perikanan tangkap nasional, di mana kapal asing, ABK (anak buah kapal) asing tidak boleh lagi menangkap ikan di Indonesia," papar Susi.

Untuk menciptakan deterrent effect agar tidak ada lagi IUUF (Illegal, Unreported and Unregfulated Fishing) di wilayah perairan Indonesia, kapal-kapal asing yang melakukan pelanggaran ditenggelamkan dan atau dibakar. Sampai saat ini sudah ada 488 kapal yang dibakar dan ditenggelamkan.

Hasil deterrent effect ini cukup signifikan bagi hasil laut Indonesia. Produksi perikanan tangkap terus mengalami peningkatan, terutama dari perikanan laut. Bila di 2013 jumlahnya mencapai 5,7 juta ton, di 2018 sudah meningkat jadi 6,7 juta ton.

"Setelah kita atur dan tata, sekarang ini hasil ikan kita luar biasa. Di Banda, di tahun-tahun pertama, ikan tuna beratnya hanya 7 kg, 12 kg per ekor, lalu naik 17-20 kg, tahun ketiga 30 kg, dan sekarang 60-90 kg per ekor," ungkap Susi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Barata Indonesia Akan Produksi Roda Kereta Api

Keseriusan Barata Indonesia untuk memproduksi roda kereta api mendapat dukungan dari beberapa pihak.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Wapres Sebut Kebocoran Anggaran Hanya 2,5 Persen

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kebocoran APBN Tahun 2018 dengan angka berkisar sekitar 2,5 persen dari total anggaran senilai Rp 2.200 triliun.

EKONOMI | 12 Februari 2019

UMKM Masih Minim Manfaatkan Medsos

Jumlah usaha mikro sebanyak 58,91 juta unit, usaha kecil sebanyak 59.260 unit, yang sudah go digital baru 5 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Ralat Berita Klarifikasi INACA

Redaksi melakukan kesalahan penulisan hari dan tanggal pada keterangan tertulis dari INACA.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Kebijakan Bagasi Berbayar Ranah Masing-masing Maskapai LCC

Di Indonesia pemberlakukan bagasi berbayar menimbulkan polemik dan sempat terjadi penolakan.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Pengamat: Maskapai Harus Gencarkan Sosialisasi Bagasi Berbayar

Maskapai diminta mengedukasi penumpang baik melalui media elektronik, media cetak, maupun media sosial mengenai kebijakan bagasi berbayar.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Kementerian BUMN: Harga Avtur Sangat Kompetitif

Pertamina diduga memonopoli harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Indofood Hidupkan Kembali Biskuit Tahun 1990

Sudah sejak lama banyak masyarakat yang meminta.

EKONOMI | 12 Februari 2019

ESDM Hapus Wilayah Tambang Emas Silo

Masyarakat Jember keberatan dengan kegiatan pertambangan di daerah tersebut.

EKONOMI | 12 Februari 2019

Kemhub Sebut Avtur Berkontribusi 24 Persen Terhadap Operasional Maskapai

Kemhub menyebut komponen harga avtur berkontribusi sekitar 24% dari total biaya operasional maskapai.

EKONOMI | 12 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS