Kemenkop dan UKM Prioritas Penanggulangan Bencana bagi KUMKM
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Kemenkop dan UKM Prioritas Penanggulangan Bencana bagi KUMKM

Rabu, 13 Februari 2019 | 15:44 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com-Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berupaya agar penanggulangan bencana bagi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) menjadi perhatian khusus dalam kebijakan pembangunan KUMKM ke depan. Sehingga diharapkan pelaku KUMKM terdampak dapat kembali menjalankan usahanya.

Hal itu mengingat upaya penanggulangan KUMKM terdampak bencana yang terjadi di Indonesia dirasakan belum dilakukan secara optimal. Kenapa ? Karena banyaknya jumlah bencana yang terjadi dan jumlah KUMKM yang terkena bencana dalam beberapa tahun terakhir.

“Disamping itu, lemahnya ketahanan bisnis KUMKM dalam menghadapi bencana,” ungkap Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik, dalam kegiatan Bimbingan Teknik Pembedayaan UMK, sekaligus sosialisasi dengan tema,”Petuntuk Teknis Bantuan Pemerintah” di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (13/2).

Abdul Kadir Damanik mengatakan, berbagai upaya dilakukan oleh Kemkop dan UKM dalam upaya pemberdayaan UMKM pasca bencana. Diantaranya mengadakan program Bantuan Pemerintah berupa pemberian modal usaha yang bersumber dari APBN Kemkop dan UKM tahun 2019.

Menurut Abdul Kadir Damanik, bantuan modal usaha diberikan kepada pelaku UMKM terpilih sebagai modal kerja atau investasi, sehingga diharapkan pelaku usaha dapat mengembangkan kembali usahanya atau setidaknya dapat membangkitkan kembali usaha mereka pascabencana.

Dalam tahap persiapan program Bantuan Pemerintah, kata Abdul Kadir Damanik, Kemkop dan UKM menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) sekaligus sosialisasi petunjuk teknis.

Bimtek diadakan dengan maksud agar KUMKM yang terdampak bencana dapat berusaha kembali, memiliki motivasi yang kuat untuk bangkit pasca bencana dan memiliki pengetahuan manajemen pengelolaan usaha yang baik, sehingga selalu dapat bertahan dalam menghadapi tantangan termasuk akibat bencana.

“Bimtek ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan pemerintah daerah provinsi dan kabuapten/kota di NTB tahun 2018, khususnya dengan dinas yang membidangi pembinaan Koperasi dan UKM.”Begitu juga hal dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Tengah,” papar Abdul Kadir Damanik.

Sebelumnya, Kemkop dan UKM telah memfasilitasi restrukturusasi kredit KUMKM terdampak dengan melibatkan lembaga keuangan (bank/non bank), Kementerian Perekonomian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hingga 29 Januari 2019 data KUMKM yang terdampak bencana di provinsi NTB mencapai 23.896 Unit UMKM dengan plafon kredit sebesar Rp 1.740,6 triliun dan jumlah outstanding sebesar Rp 1.397,5 triliun yang bersumber dari sembilan perbankan dan satu lembaga keuangan.

Nilai restrukturisasi kredit yang telah dilakukan adalah jumlah UMKM sebanyak 10.822 unit dengan jumlah plafon sebesar Rp 998.1 miliar dan outstanding sebesar Rp 742.5 miliar.

Abdul Kadir Damanik mengatakan, dalam rangka restrukturisasi kredit telah diterbitkan kebijakan Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terdampak Bencana termasuk di dalamnya wilayah NTB.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Hambatan yang Dihadapi Fintech Syariah

Fintech Syariah terhambat salah satu syarat memiliki dewan pengawas.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Kemhub Hitung Kembali Komponen Biaya Maskapai

Harga tiket pesawat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurs rupiah, avtur, dll.

EKONOMI | 13 Februari 2019

1.500 Hektare Lahan Didaftarkan Asuransi via Aplikasi SIAP

SIAP menjadi salah satu jawaban keluhan dinas pertanian di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Sesi I, IHSG Menguat 0,2% ke 6.438,3

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,2 persen (11,98 poin) ke kisaran 6.438,3.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat 49 Poin ke Rp 14.018

Rupiah berada di level Rp 14.018,5 per dolar AS atau terapresiasi 49 poin (0,35 persen).

EKONOMI | 13 Februari 2019

Holding BUMN Tambang Didorong Akuisisi Sebagian Saham Vale

Tahun ini pemegang saham Vale Indonesia berniat melakukan divestasi 20 persen saham.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Rupiah Menguat 42 Poin ke Rp 14.025

Rupiah berada di level Rp 14.025,5 per dolar AS atau terapresiasi 42 poin (0,3 persen).

EKONOMI | 13 Februari 2019

IHSG Dibuka Menguat Seiring dengan Pergerakan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,33 persen (22,2 poin) ke kisaran 6.448,54.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Bumi Resources Rencanakan Kawasan Industri US$ 2,5 M

Kawasan industri tersebut untuk gasifikasi batubara yang akan mengurangi beban biaya bahan bakar.

EKONOMI | 13 Februari 2019

PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219

Perseroan butuh dana US$ 119 juta untuk mendukung ekspansi fasilitas produksi pesawat terbang N219.

EKONOMI | 13 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS