Pemanfaatan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Keuangan Syariah

Pemanfaatan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Keuangan Syariah
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ma'ruf Amin menyampaikan sambutannya di acara seminar nasional Fintech Syariah, di Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019 ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Rabu, 13 Februari 2019 | 18:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ma'ruf Amin menyampaikan, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan keuangan syariah, serta menjadi market ekonomi syariah yang menjanjikan.

Mengutip laporan Global Islamic Ecomomy Report tahun 2018, industri keuangan syariah Indonesia sudah menduduki peringkat ke-10 secara global. Namun, pertumbuhannya saat ini belum dapat mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional. Dari data Otoritas Jasa Keuangan per Juni 2018, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia masih di angka 8,47 persen, sementara pangsa pasar perbankan syariah sebesar 5,70 persen.

"Pasar keuangan syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, jadi harus terus dikembangkan untuk mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional," kata Ma'ruf Amin, di acara seminar nasional Fintech Syariah yang dihadiri Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (13/2).

Ma'ruf Amin menambahkan, kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Beberapa contoh perkembangan teknologi digital yang terkait dengan ekonomi keuangan syariah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi misalnya sistem produksi dan rantai nilai dalam sektor industri halal yang antara lain ditunjukan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital.

Sementara dari sisi keuangan, aplikasi financial technology (fintech) yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan wakaf.

"Inovasi teknologi seperti fintech telah membantu manusia dalam melakukan transaksi keuangan, pembayaran, peminjaman uang, dan transaksi lainya. Fintech diyakini dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi di bidang ekonomi keuangan, khususnya syariah," papar Ma'ruf Amin.

Harus Inklusif

Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, Ma'ruf Amin mengatakan, perlu adanya program yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi tiga sektor terkait, yaitu perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non bank syariah.

"Persoalan bersama yang dihadapi ketiga sektor keuangan syariah adalah keterbatasan jumlah produk syariah, masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah dan utilitas keuangan syariah, serta keterbatasan SDM. Persoalan ini harus diselesaikan bersama dengan mengoptimalkan seluruh potensi di masing-masing sektor, sehingga pada akhirnya dapat memperluas pangsa pasar," ujar Ma'ruf Amin.

Yang juga penting, lanjut Ma'ruf Amin, industri keuangan syariah harus dapat menjadi industi keuangan yang inklusif, dapat membenahi kebutuhan pembiayaan dalam skala kecil, menengah, hingga besar untuk menunjang pembangunan nasional.

"Ekonomi keuangan syariah dipercaya akan berkembang lebih cepat dan berkelanjutan apabila didukung dengan integrasi dan sinegi antrara sektor riil, keuangan, dan sosial, sehingga sektor tersebut lebih cepat tumbuh bersama-sama. Sejalan dengan hal itu, kemudahan akses masyarakat terhadap produk, kualitas pelayanan dan infrastuktur juga ditingkatkan, sehingga dapat berperan secara signifikan dalam pembangunan nasional dalam rangka mensejahteraan masyarakat Indonesia," pungkas Ma'ruf Amin.



Sumber: BeritaSatu.com