Pemanfaatan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Keuangan Syariah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemanfaatan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Keuangan Syariah

Rabu, 13 Februari 2019 | 18:47 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ma'ruf Amin menyampaikan, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan keuangan syariah, serta menjadi market ekonomi syariah yang menjanjikan.

Mengutip laporan Global Islamic Ecomomy Report tahun 2018, industri keuangan syariah Indonesia sudah menduduki peringkat ke-10 secara global. Namun, pertumbuhannya saat ini belum dapat mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional. Dari data Otoritas Jasa Keuangan per Juni 2018, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia masih di angka 8,47 persen, sementara pangsa pasar perbankan syariah sebesar 5,70 persen.

"Pasar keuangan syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, jadi harus terus dikembangkan untuk mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional," kata Ma'ruf Amin, di acara seminar nasional Fintech Syariah yang dihadiri Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (13/2).

Ma'ruf Amin menambahkan, kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Beberapa contoh perkembangan teknologi digital yang terkait dengan ekonomi keuangan syariah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi misalnya sistem produksi dan rantai nilai dalam sektor industri halal yang antara lain ditunjukan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital.

Sementara dari sisi keuangan, aplikasi financial technology (fintech) yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan wakaf.

"Inovasi teknologi seperti fintech telah membantu manusia dalam melakukan transaksi keuangan, pembayaran, peminjaman uang, dan transaksi lainya. Fintech diyakini dapat membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi di bidang ekonomi keuangan, khususnya syariah," papar Ma'ruf Amin.

Harus Inklusif

Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, Ma'ruf Amin mengatakan, perlu adanya program yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi tiga sektor terkait, yaitu perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non bank syariah.

"Persoalan bersama yang dihadapi ketiga sektor keuangan syariah adalah keterbatasan jumlah produk syariah, masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah dan utilitas keuangan syariah, serta keterbatasan SDM. Persoalan ini harus diselesaikan bersama dengan mengoptimalkan seluruh potensi di masing-masing sektor, sehingga pada akhirnya dapat memperluas pangsa pasar," ujar Ma'ruf Amin.

Yang juga penting, lanjut Ma'ruf Amin, industri keuangan syariah harus dapat menjadi industi keuangan yang inklusif, dapat membenahi kebutuhan pembiayaan dalam skala kecil, menengah, hingga besar untuk menunjang pembangunan nasional.

"Ekonomi keuangan syariah dipercaya akan berkembang lebih cepat dan berkelanjutan apabila didukung dengan integrasi dan sinegi antrara sektor riil, keuangan, dan sosial, sehingga sektor tersebut lebih cepat tumbuh bersama-sama. Sejalan dengan hal itu, kemudahan akses masyarakat terhadap produk, kualitas pelayanan dan infrastuktur juga ditingkatkan, sehingga dapat berperan secara signifikan dalam pembangunan nasional dalam rangka mensejahteraan masyarakat Indonesia," pungkas Ma'ruf Amin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2022, Laba MTEL Diprediksi Naik Jadi Rp 2,4 Triliun

Laba bersih PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel pada 2022 diproyeksi naik 51,90% menjadi Rp 2,40 triliun.

EKONOMI | 7 Desember 2021

BEI Terapkan Fitur Baru, Termasuk Kode Broker Hilang 

BEI terapkan fitur serta mekanisme baru pada sistem perdagangan, penutupan kode broker.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Dow Melonjak 650 Poin, Investor Acuhkan Kekhawatiran Omicron

Dow Jones Industrial Avarege naik 646,95 poin atau 1,8%, menjadi 35.227,03.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Bursa Eropa Naik di Tengah Volatilitas Bitcoin

Bursa Eropa ditutup menguat di tengah perkembangan varian Covid-19 omicron dan volatilitas bitcoin.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Pemerintah Tingkatkan Ekspor ke Negara Non-Tradisional

Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika,Timur Tengah dan Asia Selatan sangat terbuka.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Hipmi Jaya Kukuhkan 315 Pengusaha Muda Baru

Hipmi Jaya sebagai organisasi pengusaha muda terbesar di DKI Jakarta, resmi mengukuhkan 315 anggota baru.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Produk Lokal Dominasi Pilihan Konsumen Indonesia

Berdasarkan survei Ipsos Global Trends 2021, mayoritas (87%) konsumen Indonesia lebih cenderung memilih membeli produk lokal dibandingkan brand global.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Prudential dan Standard Chartered Lansir 2 Dana Investasi

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Standard Chartered meluncurkan dua dana investasi campuran dalam mata uang rupiah dan dolar AS.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Bukaka Garap Penggantian Jembatan Callender Hamilton

PT Baja Titian Utama (anak usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk) akan mengerjakan proyek penggantian jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Indonesia Minta Malaysia Kembali Bahas MoU Penempatan PMI

Pemerintah belum bisa menempatkan pekerja Indonesia di perkebunan sawit Malaysia.

EKONOMI | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
2022, Laba MTEL Diprediksi Naik Jadi Rp 2,4 Triliun

2022, Laba MTEL Diprediksi Naik Jadi Rp 2,4 Triliun

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings