Harga Tiket Turun, Pendapatan Garuda Tidak Terpengaruh

Harga Tiket Turun, Pendapatan Garuda Tidak Terpengaruh
Ilustrasi Garuda Indonesia ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
Thresa Sandra Desfika / YUD Kamis, 14 Februari 2019 | 16:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Garuda Indonesia berupaya penurunan tarif tiket pesawat sebesar 20% tak akan mempengaruhi pendapatan. BUMN itu mengharapkan dengan penurunan harga tiket malah bisa menggenjot jumlah penumpang sehingga mengerek pula pendapatan perusahaan.

"Kami selalu mencari keseimbangan. Tentu diharapkan dengan penurunan harga tiket ini jumlah penumpang bisa bertambah sehingga jumlah pendapatan menjadi equal," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra di Jakarta, Kamis (14/2).

Dia menambahkan, pada Januari 2019, industri jasa penerbangan nasional berada pada musim sepi penumpang. Apabila dibandingkan Desember 2018, jumlah penumpang yang diangkut Garuda Indonesia menurun sebesar 20-30% pada Januari 2019. Dengan adanya penurunan harga tiket, diharapkan jumlah penumpang pada Februari 2019 ini meningkat.

"Dibandingkan dengan bulan Desember 2018 penurunan di Januari 2019 berkisar 20-30%. Tapi dibandingkan dengan Januari 2018 itu flat. Untuk Februari 2019, kita lihat nanti di lapangan karena ini lagi low season juga," ungkap pria yang akrab disapa Ari ini.

Ari menjelaskan, Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group mengumumkan penurunan harga tiket di seluruh rute penerbangan sebesar 20% mulai Kamis (14/1).

Menurut dia, penurunan tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional," kata Ari.

Garuda Indonesia Group, lanjut Ari, memastikan komitmen penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan dengan sinergi intensif yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga.

Komitmen positif Garuda Indonesia Group sebagai BUMN tersebut pun, lengkap Ari, sejalan dengan sinergi positif seluruh sektor penunjang layanan penerbangan dalam memastikan tata kelola industri penerbangan yang tepat guna, baik dari aspek aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara serta business sustainability maskapai penerbangan di Indonesia.

"Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif," papar Ari.



Sumber: BeritaSatu.com