Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru

Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memberikan keynote speech, di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. ( Foto: Investor Daily / Emral F )
Herman / FMB Jumat, 1 Maret 2019 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menargetkan Indonesia memiliki sedikitnya lima perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn, yaitu gelar yang diberikan pada suatu startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Saat ini sudah ada empat startup Indonesia yang menyandang status tersebut, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah startup di sektor pendidikan dan kesehatan, mengingat anggaran untuk kedua sektor tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) termasuk yang paling tinggi.

"Saya berharap sebentar lagi ada startup unicorn dari sektor pendidikan dan kesehatan. Kenapa? Belanja APBN kita kan 20 persennya dialokasikan untuk pendidikan, nilainya tahun ini hampir Rp 500 triliun. Masa sih tidak bisa kecipratan misalkan 2 persen saja. Kemudian sektor kesehatan yang mendapatkan 5 persen APBN," kata Rudiantara saat memberikan keynote speech, di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah yang menghadirkan layanan leisure (jalan-jalan). Sebab saat ini gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya kelompok millenial mulai mengalami perubahan.

"Startup yang leisure juga diharapkan bisa jadi unicorn. Sekarang itu kan kaum milenial lebih memilih untuk menunda beli sepatu atau pakaian untuk menikmati leisure. Backpacker-an tidak apa-apa, asalkan bisa ke tempat-tempat yang Instragramable. Jadi memang karakteristik dan gaya hidupnya mulai berubah," kata menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com