Pertama di RI, PLB Ekspor Timah Batangan Diluncurkan di Babel

Pertama di RI, PLB Ekspor Timah Batangan Diluncurkan di Babel
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) meluncurkan Kontrak Fisik Timah Murni Batangan (Ex-Warehouse) pada Senin, 4 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 4 Maret 2019 | 15:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) resmi meluncurkan Kontrak Fisik Timah Murni Batangan (Ex-Warehouse) di Jakarta, pada Senin (4/3/2019). Hal ini menandai terobosan baru dalam industri perdagangan timah Indonesia.

"Melalui kontrak ini, penyerahan timah yang sebelumnya dilakukan di atas kapal kini sudah beralih di gudang Pusat Logistik Berikat (PLB)," kata Direktur Utama ICDX Logostik Bersama (ILB) Petrus Tjandra di sela peluncuran PLN komoditas ekspor itu di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Petrus Tjandra mengatakan, penggunaan fasilitas PLB dalam transaksi ekspor timah ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. "Fasilitas ini dipusatkan di Bangka Belitung (Babel) sebagai daerah penghsil timah di Tanah Air," kata Petrus Tjandra.

Petrus Tjandra mengatakan, Ddngan adanya PLB, ekspor timah akan memiliki kepastian hukum dan penyimpanan dilakukan dengan sistem gudang bertaraf internasional.

Diketahui, penyimpanan cadangan komoditas pada gudang PLB merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa para pengusaha PLB diharapkan mampu memindahkan barang ekspor yang semula di luar negeri, kembali ke Indonesia.

CEO ICDX, Lamon Rutten mengatakan, ICDX menyambut inisiasi presiden dengan mengoptimalkan fasilitas gudang PLB yang berfungsi meningkatkan efisiensi biaya logistik. "Peluncuran Kontrak Fisik Timah Murni Batangan (Ex-Warehouse) ini merupakan optimalisasi penggunaan gudang logistik berikat dan dapat menghilangkan country risk bagi pembeli dan penjual timah," kata Lamon Rutten.

Lamon Rutten menjelaskan, timah yang sudah terjual akan disimpan di gudang PLB dan mendapatkan kepastian hukum. Dengan demikian, pelaku pasar timah global akan merasa lebih aman dan nyaman dalam bertransaksi timah di Indonesia baik dari segi pembiayaan dan logistik.

Dengan keberadaan ICDX, kata Lamon Rutten, industri timah Indonesia lebih terorganisir, seperti kepastian pembayaran royalti, penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta harga timah yang stabil. "Ini akan menciptakan pasar yang kompetitif dan transparan," kata Lamon Rutten.

Lamon Rutten mengungkapkan, fasiiitas penyimpanan timah dengan sistem pergudangan bertaraf internasionai ini dapat menjadikan Bangka Belitung sebagai pusat penyimpanan timah dunia.

Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) adalah bursa komoditi di Indonesia yang beroperasi sejak 2009. ICDX menyediakan fasilitas dan infrastruktur kepada anggota untuk melakukan transaksi komoditas unggulan agar tercipta pasar yang transparan, cost effective dan teratur sebagai tempat terjadinya pembentukan harga yang kredibel.



Sumber: BeritaSatu.com