Tujuh Perusahaan Rintisan Indonesia Incar Investor AS

Tujuh Perusahaan Rintisan Indonesia Incar Investor AS
Ilustrasi Startup. (Sumber: IST)
Eva Fitriani / HK Senin, 11 Maret 2019 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak tujuh perusahaan rintisan (startup) Indonesia berupaya menarik investor Amerika Serikat (AS) dalam forum bisnis yang digelar di sela pameran South by South West (SXSW) 2019 di Austin, Texas. Hingga saat ini, AS adalah pengimpor terbesar produk-produk ekonomi kreatif Indonesia.

“Saya berharap forum bisnis ini bermanfaat dalam memfasilitasi pertemuan dengan investor di Austin. Kota Austin ini sering disebut sebagai silicon hills dimana banyak pengusaha IT dan venture technology capitalist," kata Konsul Jenderal Indonesia Houston Nana Yuliana dalam keterangan resmi, Senin (11/3).

Nana menjelaskan, salah satu produk ekonomi kreatif unggulan Indonesia yang ditampilkan adalah mesin TeleCTG yang merupakan versi portable dari alat cardiotocography (CTG) untuk melihat kondisi bayi guna menekan risiko kematian ibu dan bayinya saat proses kandungan dan melahirkan. Beberapa produk ekonomi kreatif unggulan lainnya adalah Ars, Decoding, MTarget, Nodeflux, Noore Sport Hijab, Knok Percussion, dan Hello Dangdut.

Nana menyebutkan, Ars adalah aplikasi desain produk yang memungkinkan pengguna mewujudkan desain dari nol. Sementara itu, Decoding adalah aplikasi pemasaran produk lokal Indonesia ke pasar global. "Alat marketing digital Mtarget kini telah menjadi solusi bagi UKM di Indonesia dan Asean. Adapun Nodeflux menyediakan software analisis intelijen yang dapat mendeteksi wajah, pelat nomor, dan jenis kendaraan," terang Nana.

Selanjutnya, Noore, lanjut dia, membawa hijab modern yang cocok untuk wanita aktif dan telah digunakan oleh atlet Asian Games 2018 untuk cabang olahraga taekwondo, pencak silat, skateboard, handball, dan sport climbing. Sementara itu, Knok Percussion memukau dengan alat music cajon yang menjawab kebutuhan musisi modern masa kini, dan mesin music box mini Hello Dangdut untuk mempromosikan musik dangdut Indonesia.

"Produk-produk unggulan ekonomi kreatif Indonesia tersebut menarik perhatian 100 lebih orang pelaku ekonomi kreatif dan calon investor di Austin yang menghadiri forum bisnis," kata Nana.

Perusahaan startup Indonesia ini masih akan berada di Austin pada 10-13 April 2019 untuk mengikuti pameran SXSW 2019 di bawah bendera Archipelageek bersama Badan Kreatif Ekonomi (Bekraf). Selain mereka, Dhira Bongs, musisi muda Indonesia genre explorative pop akan tampil di panggung The Townsend, Austin, 12 Maret 2019.

 



Sumber: Investor Daily