Dow Jones Naik, Nasdaq dan S&P Tergerus

Dow Jones Naik, Nasdaq dan S&P Tergerus
Pedagang di lantai bursa saham, Wall Street, New York, Amerika Serikat ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 15 Maret 2019 | 08:37 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (15/3/2019) bervariasi.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 7,1 poin (0,03 persen) mencapai 25.710, Nasdaq composite index melemah 12,5 (0,16 persen) mencapai 7.631, sedangkan S&P 500 index melemah 2,4 (0,09 persen) mencapai 2.809.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir pada Kamis setelah rilis data penjualan rumah AS yang lemah.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu. Dalam pekan yang berakhir 9 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 229.000, meningkat 6.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya di 223.000, menurut Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (14/3/2019).

Sementara rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 223.750, turun 2.500 dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi 226.250.

Penjualan rumah baru jatuh 6,9 persen mencapai tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 607.000 pada Januari, menunjukkan bahwa pembeli mungkin telah menghentikan pembelian rumah selama penutupan sementara pemerintahan federal.

Harga jual rata-rata rumah baru yang terjual pada Januari 2019 adalah US$ 317.200 dengan harga jual rata-rata US$ 373.100.

Para investor juga terus memantau kinerja komponen Dow, Boeing. Saham produsen pesawat ini telah berada di bawah tekanan minggu ini di tengah kekhawatiran atas keselamatan pesawat 737 Max, salah satu model yang paling populer.

Pada Minggu (10/3), pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines, menuju Nairobi, Kenya, jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia Addis Ababa, menewaskan semua 157 orang di dalamnya.

Ini adalah kali kedua dalam setengah tahun pesawat terlaris Boeing tersebut mengalami kecelakaan fatal. Pada Oktober, pesawat Lion Air jatuh ke laut di ibu kota Indonesia, Jakarta, menewaskan 189 orang di dalamnya.

Saham Boeing turun lebih dari satu persen menjadi US$ 373,30 per saham.



Sumber: Reuters