Tutup Atap, The Rosebay Terserap 65%

Tutup Atap, The Rosebay Terserap 65%
Kiri ke kanan: Hartanto S. Njoto (Wakil Direktur Utama PT Grande Famili View), Tjokro Saputrajaya (Wakil Komisaris Utama PT Grande Famili View), Cosmas Batubara (Komisaris Utama PT Intiland Development Tbk), Harto Laksono (Direktur Marketing PT Intiland Grande), Wendy kuncoro (Opersional Director 11 Kontraktor Pulau Intan), Sinarto Dharmawan (Wakil Direktur Utama & COO PT Intiland Development Tbk) pada prosesi Topping Off The Rosebay, di Surabaya, Rabu (20/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 20 Maret 2019 | 18:36 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Intiland Development Tbk menggelar prosesi penutupan atap atau topping off The Rosebay. Proyek hunian vertikal berkonsep low rise residence di kawasan Surabaya barat itu ditargetkan rampung dan melakukan serah terima unit akhir tahun ini.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer (COO) Intiland, Sinarto Dharmawan, mengatakan, meskipun pasar properti tidak sesuai dengan yang diharapkan pemasaran proyek hunian The Rosebay tetap berjalan. Begitu pula dengan proses konstruksi bangunan yang kini telah mencapai tahapan penutupan atap.

"Topping off The Rosebay ini menjadi tahapan penting proses penyelesaian pembangunan proyek ini. Prosesi ini  sekaligus melengkapi pencapaian dan prestasi kami dalam setahun terakhir yang melakukan tiga topping off mulai dari Spazio Tower, Graha Golf dan The Rosebay,” kata Sinarto usai acara seremoni topping off di Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Intiland Fokus Garap Pasar Surabaya

Selanjutnya, sambung Sinarto, proyek akan memasuki tahapan penyelesaian fasad bangunan dan interior yang ditargetkan semuanya akan selesai tahun ini sehingga bisa langsung dilakukan serah terima unit. Selama proses tersebut pemasaran unit yang tersisa juga akan digenjot.

"Topping off ini juga diharapkan akan meningkatkan penjualan unit yang tersisa. Dengan beberapa program yang kami siapkan seperti ekspo, kita targetkan semua unit akan terjual pada semester kedua 2019,” imbuh Sinarto.

Lebih lanjut, Sinarto menjelaskan, pengembangan proyek The Rosebay merupakan langkah strategis dan terobosan perseroan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin modern kedepannya. Proyek hunian berkonsep low rise residential dengan kepadatan hunian rendah (low density) itu terdiri dari tujuh blok hunian dengan ketinggian bervariasi mulai dari empat hingga delapan lantai.

Perbedaan ketinggian ini akan menyatukannya dengan lingkungan sekitarnya seperti padang golf dan menawarkan pemandangan yang unik dan indah serta menjadi daya tarik bagi konsumen. Ditambah lagi lokasinya yang dekat beragam fasilitas seperti clubhouse, sport club, rumah sakit, area retail, lifestyle, perkantoran, sekolah serta beragam fasilitas pendukung lainnya seperti kolam renang, sarana olahraga dan lainnya.

Baca Juga: Intiland Perluas Area Ritel di Surabaya

Sejak diluncurkan pada 2016, unit hunian yang sudah terserap pasar sebanyak 65 persen atau 115 unit dari total 177 unit yang dipasarkan. The Rosebay sebenarnya memiliki 229 unit hunian, namun yang dipasarkan hanya 117 unit hunian dengan dua tipe yaitu dua kamar tidur dan tiga kamar tidur dengan luas bangunan mulai dari 73 meter persegi hingga 143 meter persegi yang ditawarkan dengan harga mulai Rp 2,3 miliar hingga Rp 4,2 miliar.

"Sejak diluncurkan pada 2016, kenaikan harga unit juga mencapai 25 persen," papar Sinarto.

Sinarto menambahkan, tantangan di pasar properti khususnya di Surabaya cukup berat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Intiland optimistis pasar akan kembali membaik terutama permintaan terhadap produk-produk berkualitas. Perkembangan dua bulan pertama pada 2019 ini menunjukkan pasar lebih baik dibandingkan periode sama tahun 2018.

"Itu pula yang membuat kami optimistis dengan proyek-proyek yang sedang kami siapkan. Respon pasar yang cukup baik memantapkan kami pada proyek mixed use kedepan,” pungkas Sinarto.



Sumber: BeritaSatu.com