Kredit Konsumer BCA Raih Sertifikat ISO 9001:2015

Kredit Konsumer BCA Raih Sertifikat ISO 9001:2015
Ilustrasi BCA. ( Foto: Antara )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 22 Maret 2019 | 09:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerima Sertifikat ISO 9001:2015 atas kinerja bisnis kredit konsumer. Hadir untuk menerima sertifikat ISO 9001:2015, Direktur BCA Suwignyo Budiman yang diserahkan langsung Direktur URS Indonesia Hominjono pertengahan pekan ini.

Pemberian sertifikat tersebut didasarkan pada evaluasi terhadap kualitas proses dan layanan kredit konsumer BCA sehingga berdampak pada peningkatan nilai tambah. Sertifikat ini juga memperhatikan aspek kesinambungan dan keberlanjutan investasi baik dari sisi BCA sebagai institusi perbankan maupun dari sisi masyarakat sebagai penerima manfaat.

Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, BCA berkomitmen untuk meningkatkan mutu proses dan layanan kredit konsumer yang fokus pada kepuasan pelanggan.

“Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa proses dan layanan kredit konsumen dilakukan dengan tahapan yang prudent dan berorientasi pada investasi yang berkelanjutan," kata Suwignyo Budiman dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.ccom, Jumat (22/3/2019).

Hal ini kata Suwignyo Budiman dapat menjadi acuan bagi masyarakat, baik nasional maupun internasional yang ingin menjalin kerja sama dengan BCA ke depan.

Suwignyo Budiman menambahkan, dengan ISO 9001:2015 ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan nasabah, peningkatan produktivitas, kinerja karyawan, serta peningkatkan efisiensi dalam rangka menjamin kinerja perusahaan.

Seperti diketahui, prinsip manajemen mutu dalam ISO 9001:2015 terdiri atas tujuh fokus, yakni fokus terhadap kepuasan pelanggan (customer focus), didasari pada kepemimpinan yang berorientasi pada target (leadership), menciptakan dan memberi nilai tambah kepada pelanggan (engagement of people), melalui proses yang transparan yang melibatkan semua pihak terkait di perusahaan (process approach).

Selian itu, berorientasi pada peningkatan yang selalu siap menghadapi persaingan (improvement), didasarkan pada fakta dan kenyataan (evidence based decision making), dan menjamin keberlangsungan hubungan baik dengan semua pihak yang terkait (relationship management).



Sumber: BeritaSatu.com