PLN Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PLN Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Jumat, 22 Maret 2019 | 22:28 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Konsumsi listrik yang besar selama ini dianggap sebagai pemborosan. Namun rupanya, data yang ada memperlihatkan, semakin besar konsumsi listrik sebuah negara, maka semakin maju ekonominya.

"Indikator kemajuan ekonomi suatu negara diukur dari konsumsi energi per kapita. Dengan mengoptimalkan listrik yang tersedia, melalui pemanfaatan untuk produktivitas dan melalui pemerataan listrik ke seluruh wilayah Indonesia, maka ekonomi Indonesia akan semakin meningkat," papar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero), I Made Suprateka, dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/3/2019).

Suprateka melanjutkan, data yang dimiliki PLN tahun 2016 menunjukkan, konsumsi listrik per kapita Indonesia saat itu mencapai 956 kWh per kapita. Sementara, negara-negara maju konsumsi listrik per kapitanya lebih tinggi berkali-kali lipat dari Indonesia. Sebut saja Amerika Serikat (AS) yang mencapai 12.820 kWh per kapita, Korea Selatan 10.620 kWh, Jepang 7.970 kWh, dan Inggris 5.030 kWh per kapita.

Bahkan, dibanding negeri jiran pun konsumsi listrik Indonesia tertinggal cukup jauh. Seperti Singapura yang mencapai 9.040 kWh per kapita, Malaysia 4.660 kWh, Thailand 2.870 dan bahkan Vietnam yang konsumsi listrik per kapitanya nyaris dua kali lipat dari Indonesia di angka 1.620 kWh per kapita.

Meski demikian, kata Suprateka, tingkat konsumsi listrik Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan setiap tahunnya. Tahun 2016 konsumsi listrik Indonesia mencapai 956 kWh per kapita. Sementara di tahun 2018 lalu konsumsi listrik di Indonesia sudah menembus 1.064 kWh per kapita.

Kemajuan peningkatan konsumsi listrik itu sendiri menjadi cermin kinerja maksimal PLN dalam menerangi Nusantara. Kinerja PLN pun secara tak langsung tercermin dalam data yang dirilis hasil survei Ease of Doing Business yang digelar World Bank.

Menyitir survei tersebut, kemudahan akses mendapatkan listrik di Indonesia atau Getting Electricity Indonesia sekarang jauh semakin mudah dibanding 5 tahun silam. Dalam indikator Getting Electricity, pada 2014 Indonesia berada di urutan 101, sementara di tahun 2019, peringkat Indonesia melesat nyaris 3 kali lipat menjadi urutan 33.

"Peningkatan kemudahan mendapatkan listrik di Indonesia menjadi bukti kinerja PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing industri di Indonesia untuk menjadi top ten ekonomi dunia," tegas Suprateka.

Lonjakan peringkat itu sendiri, kata Suprateka, tak lain berkat keberhasilan PLN membangun jaringan pembangkit, transmisi listrik dan gardu induk di seantero Indonesia.

"Sejak tahun 2015 telah dibangun lebih dari 35.000 Megawatt pembangkit, 14.400 kilometer sirkuit jaringan transmisi serta 56.000 Mega volt Ampere Gardu Induk di seluruh Indonesia. Dengan demikian, terjadi kenaikan supply listrik dari pembangkit-pembangkit yang telah dibangun yang telah memasuki masa operasional (COD)," jelas Suprateka.

Keberhasilan itu tak membuat PLN lekas berpuas diri. Hal itu tercermin dari tekad PLN untuk terus meningkatkan laju penjualan listrik di Indonesia demi mendukung bertumbuhnya perekonomian nasional.

Suprateka memaparkan, realisasi penjualan listrik PLN pada tahun 2018 mencapai 232 TwH, atau bertumbuh 5,15 persen dari penjualan di tahun 2017. Sementara pertumbuhan pelanggan sepanjang tahun 2018 mencapai 5,65 persen dari tahun 2017 yang mencapai 68 juta pelanggan menjadi 71,9 juta pelanggan.

Daya tersambung listrik juga mengalami kenaikan menjadi 130.281 Mega volt Amper (MvA) dari tahun sebelumnya 112.018 MvA. Hasil yang dicapai PLN dalam meningkatkan penjualan listrik memang cukup baik, meskipun masih belum sesuai dengan target awal PLN yang menetapkan target pertumbuhan konsumsi listrik nasional mencapai 7 persen di 2018.

Perlambatan Ekonomi

Adapun salah satu sebab ketidaksesuaian pencapaian target pertumbuhan tersebut, lantaran faktor pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi. Faktor lainnya, yakni banyaknya hari libur nasional yang cukup panjang di 2018. Hari libur nasional ternyata menyumbang pengurangan konsumsi listrik. Pasalnya, 30 persen konsumsi listrik diserap sektor industri dan bisnis. Tak pelak, hari libur menyebabkan terhentinya serapan listrik di pabrikan dan perkantoran.

Adapun di tahun 2019 ini, PLN menargetkan penjualan listrik bisa mencapai 245 TeraWatt atau tumbuh sekitar 5,6 persen dibanding tahun lalu. Suprateka memaparkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya akan menggenjot serapan konsumsi listrik di segmen rumah tangga dan industri. Di antaranya dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi.

Selain itu PLN berencana untuk menambah program insentif penambahan daya listrik kepada pelanggan. Rencana ini tak lepas dari kesuksesan pelaksanaan program promosi penambahan daya listrik yang digelar dengan memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan RI tahun lalu.

"Tahun 2018 lalu kami membuat program diskon bagi konsumen yang tertarik melakukan penambahan daya listrik pada 17 Agustus, demikian juga pada peringatan Hari Listrik Nasional. Program tersebut dinilai cukup berhasil mendorong peningkatan konsumsi serapan listrik PLN," jelas Suprateka.

Sektor industri pun tak luput dari sasaran PLN. Di antaranya PLN akan mendorong konsumsi listrik pada fasilitas pertambangan, seperti di fasilitas smelter (fasilitas pemurnian hasil tambang). PLN pun giat mengajak konsumen industri, untuk memanfaatkan energi listrik dari PLN, daripada industri membangun pembangkit sendiri yang umumnya merupakan PLTD yang berbahan bakar fosil.

"PLN akan terus berupaya melahirkan program-program inovasi baru untuk mendorong laju konsumsi listrik nasional, yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan perekonomian nasional," tegas Suprateka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Komitmen OVO Layani Pengguna Diakui Skala Internasional

OVO memenangkan medali emas (gold medal award) dalam acara 16th Annual Global Contact Center World Awards-APAC Region 2021.

EKONOMI | 20 September 2021

Diskon PPnBM Diperpanjang, Gaikindo Belum Revisi Target Penjualan

Gaikindo masih menargetkan penjualan mobil sebanyak 750.000 unit. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian di 2020 lalu sebanyak 532.027 unit.

EKONOMI | 20 September 2021

Sempat Alami Gangguan, TelkomGroup Klaim Layanan Internet Kembali Normal

Layanan internet Telkomsel dan Indihome mengalami gangguan sejak Minggu, (19/9/2021) kemarin, sehingga pengguna tidak bisa mengakses layanan.

EKONOMI | 20 September 2021

Pertama di Indonesia, Pluang Hadirkan Micro E-Mini NASDAQ 100 Index Futures

Kehadiran Micro E-Mini NASDAQ 100 Index Futures memungkinkan investor domestik untuk memperluas diversifikasi portofolio secara global.

EKONOMI | 20 September 2021

Meski IHSG Ambles 71 Poin, KIAS Kasih Cuan Tinggi

KIAS jadi saham paling cuan (top gainers) pascaharganya melesat 26% saat IHSG melemah.

EKONOMI | 20 September 2021

Presiden Ingatkan Industri Mebel Kedepankan Pembangunan Berkelanjutan

Presiden sebut komitmen pembangunan berkelanjutan tidak kalah pentingnya dari kualitas produk mebel yang dihasilkan.

EKONOMI | 20 September 2021

379 Saham Turun, IHSG Sesi Siang Terpangkas 71 Poin ke 6.061

IHSG pada sesi I siang Senin (20/9/2021) melemah 71,8 poin (1,17%) ke level 6.061.

EKONOMI | 20 September 2021

PPKM Dilonggarkan, Bahana Proyeksi IHSG Tembus 6.500 di Akhir Tahun

Pelonggaran PPKM berimbas positif pada pemulihan ekonomi di kuartal IV 2021 terutama di sektor riil dan bursa saham.

EKONOMI | 20 September 2021

Pasar Cermati Sentimen Surplus Neraca Perdagangan Agustus

Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencermati sentimen positif tren surplus neraca perdagangan bulan Agustus.

EKONOMI | 20 September 2021

Resmikan Rusun Pasar Rumput, Jokowi Harap Warga Mudah Beraktivitas Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan rumah susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Soal Jakarta Bakal Terapkan PPKM Level 2, Wagub Serahkan ke Pusat

Soal Jakarta Bakal Terapkan PPKM Level 2, Wagub Serahkan ke Pusat

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings