Dihadiri Mentan, Megawati Gelar Panen Raya Padi di Indramayu

Dihadiri Mentan, Megawati Gelar Panen Raya Padi di Indramayu
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Mentan Amran Sulaiman menghadiri panen dan tanam raya padi di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2014). ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Kamis, 4 April 2019 | 14:16 WIB

Indramayu, Beritasatu.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri acara panen dan tanam raya padi di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (4/4/2014). Saat tiba di Desa Majakarta, Megawati langsung disambut ratusan petani dan kader PDI Perjuangan. Mengenakan baju putih, Megawati tiba didampingi Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanuddin. Hadir sejumlah calon anggota legislatif PDIP seperti Ono Surono, Dwisunu Hanung Nugrahanto, dan Nico Siahaan. Belakangan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman juga ikut hadir.

Kader PDI Perjuangan, Surono Danu mengatakan, sebenarnya bibit padi ini akan diberi nama Megawati Soekarnoputri. Namun, untuk mengangkat kesejahteraan petani secara keseluruhan, maka niatan itu urung sehingga menjadi Mari Sejahterakan Petani. "Padi ini sudah ada dari Aceh sampai Papua," kata Surono Danu.

Surono Danu menjelaskan, padi MSP mencapai 4.000 ribu hektare (ha) di Indramayu. Adapun terbanyak ada di Kalimantan Tengah sekitar 1.000 hektare.

Dalam sambutannya, Surono Danu ingin Kementerian Pertanian aktif menyejahterakan kaum marhaen. Sebab, Kementerian Pertanian merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam mengangkat kedaulatan pangan negara.

Sementara Megawati Soekarnoputri mengaku kenal Surono sejak tahun 1960 saat partai yang dipimpinnya itu bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). "Beliau dari Lampung dan mengatakan pada saya, sebetulnya jenis padi banyak sekali macamnya. Tetapi yang menjadi kesulitan adalah justru banyak badan penelitian padi-padian adanya di Subang," kata Megawati Soekarnoputri.

Menurut Megawati Soekarnoputri, di era kepemimpinannya, hal itu dibenahi. Namun reformasi agraria dan visi kedaulatan pangan semakin masif di era Jokowi. "Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ke depan di bidang pertanian. Saya melihat Jokowi, bukan karena saya memilih beliau, tetapi orang ini (Jokowi) memang mau kerja. Dia kerja keras, sederhana, ngomongnya saja sangat sopan," kata Megawati Soekarnoputri.



Sumber: BeritaSatu.com