Perluas Jangkauan, Unilever Gandeng 15 e-Commerce

Perluas Jangkauan, Unilever Gandeng 15 e-Commerce
Head of e-Commerce Unilever Indonesia, Hira Triadi. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / WBP Kamis, 4 April 2019 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat tren belanja online di Indonesia yang terus meningkat, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah mencoba peruntungan bisnisnya melalui platform e-Commerce. Sejak akhir 2016, Unilever sudah mulai memasarkan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) ke sejumlah e-Commerce, meskipun saat ini penjualan produk FMCG di platform online belum begitu diminati dibandingkan produk fashion atau alat elektronik.

Head of e-Commerce Unilever Indonesia, Hira Triadi menyampaikan, sejauh ini Unilever belum berencana membuat platform e-Commerce sendiri untuk memasarkan produk-produknya secara online. Unilever memilih untuk bekerja sama dengan sejumlah e-Commerce dengan menghadirkan official store di masing-masing platform seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan lainnya.

"Sejak akhir 2016, kita mulai fokus mengedukasi shopper untuk mulai belanja produk-produk Unilever di e-Commerce. Saat ini official store kami susah ada di 15 e-Commerce yang memang traffic-nya sudah besar," kata Hira Triadi, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Strategi Unilever agar penjualan di platform online sebagus di offline adalah dengan menciptakan the best shopper experience. Produk-produk yang dijual di platform online harus disertai informasi produk yang jelas, sehingga pembeli online bisa mengetahui secara detail deskripsi produk dan juga kelebihannya.

"Kalau di e-Commerce kan tidak ada SPG yang menjelaskan produknya seperti apa. Mereka juga tidak bisa pegang sendiri produknya. Sehingga yang pertama kita lakukan adalah memastikan bahwa semua konten atau informasi terkait produk sudah lengkap disajikan di platform e-Commerce. Kita juga melengkapi dengan video edukasi supaya shopper juga bisa melihat langsung cara penggunannya," terang Hira Triadi.

Beberapa promosi juga khusus dihadirkan di platform online, dengan harapan masyarakat bisa mulai berbelanja online. Meski kebanyakan produk-produk yang dijual di e-Commerce juga ada di toko offline, namun strategi promosinya selalu dibedakan. Sebab yang diharapkan Unilever adalah apa yang dilakukan di e-Commerce bisa menjadi top-up bisnis, bukan malah membuhuh yang offline.

"Online shopper ini kan kebanyakan kaum millenial. Salah satu yang mendorong mereka untuk belanja online karena tidak bisa mendapatkan produk-produk tersebut di toko offline. Jadi sebisa mungkin kita juga berusaha menawarkan produk yang sedikit berbeda. Ada beberapa produk Unilever yang tidak ada di offline, tapi bisa didapatkan di e-Commerce," kata Hira.

Direktur Governance & Corporate Affairs Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso mengatakan, meski saat ini kontribusi penjualan di e-Commerce baru sekitar 1 persen, namun ke depannya penjualan produk FMCG Unilever di platform online akan semakin meningkat. "Unilever selalu berusaha untuk keep-up terus dengan perkembangan jaman. Untuk e-Commerce, kita juga melihat ini sebagai channel yang penting. Makanya kita selalu invest untuk kebutuhan pasar ini," kata Sancoyo Antarikso.



Sumber: BeritaSatu.com