Harga Saham BRI Hijau di Tengah Jatuhnya Indeks

Harga Saham BRI Hijau di Tengah Jatuhnya Indeks
Teller BRI sedang bertugas. ( Foto: Istimewa )
Primus Dorimulu / HA Jumat, 5 April 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk terus mengukir rekor baru. Pada perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEI), Jumat (5/4/2019), harga saham berkode BBRI itu naik 40 poin ke level Rp 4.260 dan membukukan kapitalisasi pasar Rp 520,198 triliun.

Pada perdagangan saham di BEI, Jumat (5/4/2019), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.474,018, turun 20,612 poin atau 0,32%. Sebagian besar saham blue chips mengalami penurunan harga. Selain BBRI, saham PT Telkom Tbk juga ditutup naik 10 poin ke level 4.050.

Di level internasional, Dow Jones ditutup di level 26.384,63 atau naik 0,64% dari sehari sebelumnya. Di level regional, sejumlah bursa saham mengalami kenaikan, di antaranya Nikkei dan Straits Times.

Harga saham berkode BRI sejak awal tahun terus meningkat seiring dengan kinerja fundamentalnya. Pada tahun 2018, bank terbesar di Tanah Air ini meraih laba bersih Rp 31,7 triliun dengan laba bersih per saham Rp 259,35.

Pada Desember 2018, aset BRI mencapai Rp 1.234 triliun dengan ekuitas Rp 181 triliun. Pada tahun buku 2018, BRI meraih pendapatan bunga Rp 106,336 triliun dan pendapatan nonbunga Rp 23 triliun.

Mulai diperdagangkan di BEI, 10 November 2003 dengan harga perdana Rp 875, BBRI adalah saham favorit yang paling banyak diburu pemodal, asing dan lokal. Itu sebabnya, harga BBRI sempat dua kali mengalami stock split atau pemecahan saham. Pada tahun 2011, terjadi stock split pertama, 1:2 atau satu saham menjadi dua saham. Harga saham BBRI yang saat itu sudah di atas Rp 9.300 mengalami penyesuaian, yakni Rp 4.600 per saham.

Namun, setelah stock split, harga saham BBRI justru terus meningkat hingga belasan ribu rupiah per saham. Agar saham BBRI bisa dijangkau pemodal kecil, manajemen BRI Tbk melakukan stock split kedua, 1:5 atau saham dipecah menjadi lima saham. Saham BRI yang pada awal November 2017 sudah di level Rp 16.500 mengalami penyesuaian, yakni sekitar Rp 3.300.

Dengan price earning ratio (PER) sekitar 16 kali dan kinerja fundamental yang terus meningkat, saham BBRI diperkirakan akan terus melaju. Sejumlah analis memperkirakan, saham BBRI sedang bergerak menembus level Rp 5.000.

Saham tercatat BRI per 2 April 2019 sebesar 122,122 miliar. Sekitar 43,25% dimiliki publik. Dan dari jumlah free float itu, asing menguasai sekitar 81%.



Sumber: BeritaSatu.com