Kemhub Realisasikan Proyek KPBU Pertama Sektor Perhubungan

Kemhub Realisasikan Proyek KPBU Pertama Sektor Perhubungan
Ilustrasi kereta api. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FER Jumat, 5 April 2019 | 19:04 WIB

Jakarta,Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) meneken perjanjian kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum Makassar-Parepare senilai Rp 2,1 triliun dengan PT Celebes Railway Indonesia (CRI) di Jakarta pada Jumat (5/4).

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu disertai dengan penandatanganan perjanjian pendukung lainnya, yaitu perjanjian penjaminan antara penyedia penjaminan pemerintah oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dengan CRI dan perjanjian regres antara penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK), dalam hal ini Kemenhub, dengan PT PII yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Budi Karya mengungkapkan, ruang lingkup perjanjian proyek perkeretaapian tersebut terdiri atas konstruksi, operasi, dan perawatan dengan perkiraan biaya investasi untuk belanja modal sebesar Rp 1 triliun serta biaya pengoperasian dan perawatan prasarana senilai Rp 1,1 triliun selama periode kerja sama, yakni 15 tahun.

"Ini suatu hari yang membahagiakan karena sudag ditandatangani satu rencana pekerjaan yang sudah terukur secara finansial dan bagi kemenhub (model KPBU) ini yang pertama kalinya," kata Budi Karya di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Budi mengharapkan, proyek KPBU Kereta Api (KA) Makassar-Parepare ini menjadi contoh untuk Kemhub guna lebih banyak merealisasikan pengadaan dan pengoperasian prasarana serta sarana perhubungan dengan skema serupa.

"Dengan ini, kami akan melanjutkan (proyek KPBU) di beberapa tempat karena ini baru di kereta api. Nanti di tempat lain dan setelah itu kita akan ke udara, darat, dan laut supaya bisa dimanfaatkan," tutur Budi Karya.

Budi Karya menambahkan, hadirnya partisipasi swasta dalam pembiayaan pengembangan infrastruktur akan semakin mempercepat tersedianya infrastruktur-infrastruktur perhubungan yang membawa stimulus ataupun maanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Perjanjian kerja sama antara Kemhub dan CRI ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemhub Zulfikri dan Direktur Utama PT CRI Bandung Sasmitoharjo. Sedangkan, penandatanganan perjanjian penjaminan dilakukan oleh Direktur Utama PT PII Armand Hermawan dengan direktur utama CRI.

Sementara itu, Zulfikri menyebutkan, dengan telah ditandanganinya perjanjian proyek perkeretaapian umum Makassar- Parepare diharapkan jalur KA Makassar-Parepare dapat segera terwujud, khususnya pembangunan Jalur KA yang menghubungkan pusat-pusat perekonomian yang ada di Wilayah Sulawesi Selatan.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama, ujar Zukfikri, PT CRI akan membangun prasarana KA (jalur dan fasilitas operasi) menuju kawasan industri Pabrik Semen Bosowa sepanjang 6,63 km dan kawasan industri Pabrik Semen Tonasa sepanjang 8,85 km.

"Perjanjian dengan skema KPBU ini diharapkan akan menjadi pendorong bagi perjanjian-perjanjian skema KPBU lainnya di lingkungan Kemhub, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang saat ini menjadi fokus pemerintah saat ini," lengkap Zulfikri.

Di sisi lain, saat ini pemerintah masih terus bekerja menyelesaikan pembangunan jalur KA Makassar-Parepare pada segmen Barru – Palanro sepanjang 44 km dan diharapkan pada tahun 2019 ini sudah selesai dan beroperasi.



Sumber: BeritaSatu.com