Erajaya Ingin Tambah 300 Toko Baru

Erajaya Ingin Tambah 300 Toko Baru
Penandatanganan kerja sama antara Erajaya dan Signify untuk memasarkan Phillips Hue, Jakarta, Jumat(5/4/2019) ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Jumat, 5 April 2019 | 19:08 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah menjamurnya tren belanja online, Erajaya Swasembada justru semakin agresif membuka toko-toko offline. Pada kuartal pertama 2019 saja, sudah ada 24 toko baru yang dibuka, mulai dari megastore, operator store, Samsung Experience Store (SES) by NASA, hingga Mi Store.

Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya Swasembada, Djatmiko Wardoyo menyampaikan, hingga akhir tahun 2018, Erajaya Group sudah memiliki lebih dari 920 toko yang terdiri dari Erafone, iBOX, Urban Republic, Ooredoo Store, Mi Store, dan Samsung Experience Store. Untuk tahun ini, perusahaan berkeinginan untuk membuka 300 toko lagi.

"Aspirasinya bisa menambah 300 toko lagi. Di kuartal pertama 2019, sudah terealisasi sebanyak 24 toko. Kalau melihat tren di tahun-tahun sebelumnya, di kuartal pertama memang tidak terlalu banyak. Tapi setelah itu biasa akan bertambah lebih banyak lagi," kata Djatmiko Wardoyo, di sela acara penandatanganan kerja sama antara Erajaya dan Signify, di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Pengembangan ritel di kota-kota lapis dua dan tiga juga menjadi fokus Erajaya di tahun ini. Djatmiko mengatakan, sekitar separuh dari 300 toko baru yang menjadi aspirasi Erajaya akan dibuka di kota-kota tersebut.

"Untuk kota besar, toko-toko di bawah Erajaya Group cenderung sudah kuat dan ada di mana-mana. Tantangan saat ini adalah bagaimana kita melakukan penetrasi ke kota-kota tier dua dan tiga," kata Djatmiko.

Untuk mengakomodir tren belanja online, Djatmiko menambahkan Erajaya juga sudah memiliki platform e-Commerce seperti Erafone.com dan iBox.co.id. Barang-barang dari Erafone.com juga ikut dihadirkan di beberapa marketplace online. Selain itu, Erajaya juga mengembangkan layanan online to offline dan offline to online, di mana pembeli online bisa mengambil barangnya langsung di toko fisik Erajaya.


Sepanjang 2018 lalu, Erajaya mencatatkan kinerja yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan neto Erajaya mengalami lonjakan besar dari Rp 24,23 miliar di 2017 menjadi Rp 34,74 miliar di 2018.

Penjualan telepon seluler dan tablet masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan sebesar Rp 28,.84 miliar, disusul penjualan voucher elektronik Rp 1,86 miliar, kartu perdana Rp 1,56 miliar, aksesoris Rp 1,23 milia, komputer dan peralatan elektronik Rp 772 juta, voucher fisik Rp 110,62 juta, dan suku cadang Rp 34,7 jjuta.

"Tahun lalu, lonjakan pertumbannya memang besar sekali. Selain karena penjualan Xiaomi yang bagus dan sudah full year, pertumbuhan pasar secara keseluruhan juga masih double digit. Kita ini kan merepresentasikan industri. Kalau industrinya naik, kita juga ikut naik," kata Djatmiko.

Tahun ini, Djatmiko juga melihat ada peluang bagi Erajaya untuk semakin bertumbuh. Apalagi jika melihat brand ponsel asal Tiongkok yang semakin agresif meluncurkan produk-produk baru yang inovatif dengan harga terjangkau.

"Tahun ini, kelihatannya tetap prospek. Terutama kalau kita lihat hampir semua brand meluncurkan produk yang inovati dengan harga terjangkau, terutama dari brand Tiongkok," ujar Djatmiko.

--



Sumber: BeritaSatu.com