Prabowo Kritik Habis Kebocoran SDA, Tarif Listrik, dan Perekonomian RI

Prabowo Kritik Habis Kebocoran SDA, Tarif Listrik, dan Perekonomian RI
Umat Islam melaksanakan munajat seusai menunaikan salat subuh berjamaah pada kampanye akbar capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
Carlos KY Paath / FMB Minggu, 7 April 2019 | 10:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto sempat sedikit berkelakar ketika berpidato dalam Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019). Prabowo meniru pernyataan yang berkaitan dengan perekonomian dari sejumlah pemangku kebijakan.

“'Saudara-saudara sekalian, ekonomi Indonesia baik, pertumbuhan 5 persen (meniru ucapan pejabat)'. 5 persen ndasmu!" kata Prabowo. "'Saudara-saudara sekalian harga terkendali, kemiskinan menurun'. Menurun dari kakek ke cucu. 'Kita membangun banyak infrastruktur, nanti rakyat akan kita bagi kartu-kartu'. Bung kita butuh pekerjaan bukan kartu,” tegas Prabowo.

Prabowo juga mengungkap, dirinya sudah belasan tahun mengelilingi Indonesia. Prabowo pernah menyebut bahwa kekayaan Indonesia banyak diambil keluar. Namun, elite Indonesia selalu tidak membantah, dan tidak menyanggah, tetapi mengejek. Tahu-tahu, lanjut Prabowo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan kebocoran Rp 2.000 triliun.

“Selama ini Prabowo mengatakan Rp1.000 triliun hilang, KPK katakan Rp 2.000 triliun. Bayangkan kalau lima tahun lagi yang hilang Rp 10.000 triliun. Bayangkan negara apa yang kita bisa bangun dengan Rp 10.000 triliun. Berapa ratus pabrik yang kita bisa dirikan,” ucap Prabowo yang juga mantan komandan jenderal Komando Pasukan Khusus.

Prabowo menuturkan, dirinya telah membentuk tim pakar yang terdiri dari ahli ekonomi, industri dan teknologi. Prabowo menyampaikan kepada tim itu bahwa rakyat sedang susah. Prabowo meminta tim untuk mencarikan solusi seperti menurunkan harga listrik. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli menjadi salah satu anggota tim.

“Saya tanya bisa enggak turunkan harga listrik? Saya tanya berapa lama? tiga tahun ndak? dua tahun? satu tahun? Hitungan saya 1,5 tahun. Dia (Rizal) hitung katakan 100 hari pertama. Saya bilang ke dia, 'Eh Bung Rizal jangan ngawur kamu'. Beliau hitung. Jadi kenapa selama ini tinggi? 'Biasa Pak, banyak yang minta setoran',” ungkap Prabowo menirukan jawaban Rizal.

Prabowo mengatakan, korupsi di Indonesia sudah terlalu masif. “Korupsi ini menghilangkan sumber daya ekonomi yang harusnya untuk rakyat. Rakyat kita banyak yang air bersih saja enggak bisa punya. Republik apa yang enggak bisa beri air bersih untuk rakyatnya. Ada rakyat kita kelaparan enggak bisa makan. Republik apa yang 73 tahun merdeka, rakyatnya gantung diri, tidak bisa beri makan untuk warganya,” tukas Prabowo.

Lihat video: 



Sumber: Suara Pembaruan