JK Resmikan Rusunawa Mahasiswa UMM di Malang

JK Resmikan Rusunawa Mahasiswa UMM di Malang
Pembangunan rumah susun DP nol rupiah. ( Foto: Antara )
Siprianus Edi Hardum / EHD Senin, 8 April 2019 | 10:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung fokus pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur.

Salah satunya adalah penyediaan hunian layak bagi mahasiswa berupa rumah susun (rusun). Di samping meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam belajar, adanya rusun juga bertujuan mencegah kumuh di sekitar kawasan kampus.

Salah satu rusun yang sudah selesai adalah rusun sewa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan tinggi empat lantai berkapasitas 50 unit tipe 24 yang dapat menampung sebanyak 196 mahasiswa.

Rusun ini diresmikan penggunaannya oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) Sabtu (6/4/2019). Pada kesempatan itu, JK juga mengapresiasi spirit dan ide yang dimiliki oleh UMM dalam mendorong riset mahasiswa di perguruan tinggi. Selain itu, kampus UMM juga dinilai sangat menjunjung tinggi keberagaman.

Sementara dalam kesempatan yang lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengingatkan agar para penghuni rusun dapat menyesuaikan diri, sebab tinggal di hunian vertikal berbeda dengan rumah tapak. Salah satu kuncinya, kata Basuki, ialah sikap toleransi. "Tinggal di rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman," kata Basuki.

Dirjen Penyediaan Perumahan, Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, menjelaskan, Kempupera telah membangun 46 tower rusunawa di Jawa Timur. Sebanyak 27 tower di bangun oleh satuan kerja (Satker) pengembangan perumahan dan 19 tower oleh satker non vertikal tertentu (SNVT) penyediaan perumahan Provinsi Jawa Timur.

"Rusunawa yang dibangun tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa, pekerja, masyarakat berpenghasilan rendah, aparatur sipil negara (ASN), dan santri di Ponpes," terangnya.

Rusunawa Mahasiswa UMM berlokasi di Jalan Raya Tlogomas, Kelurahan Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dibangun dengan anggaran Rp 10,6 miliar.

“Saya berharap mahasiswa yang tinggal di rusunawa ini bisa lebih semangat dalam belajar. Apalagi biaya sewanya lebih murah dari pada kos di luar kampus," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan, menyatakan sangat mengapresiasi dukungan Kementerian PUPR di sektor pendidikan melalui pembangunan rusunawa.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dipimpin Basuki yang telah memperhatikan hunian bagi mahasiswa UMM dengan memberikan bantuan pembangunan rusunawa ini," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com