Diskriminasi Sawit, RI dan Malaysia Kirim Surat Keberatan ke Uni Eropa

Diskriminasi Sawit, RI dan Malaysia Kirim Surat Keberatan ke Uni Eropa
Petani kelapa sawit. ( Foto: Antara / Wahdi Septiawan )
Aichi Halik / AHL Senin, 8 April 2019 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menyampaikan keberatan terkait diskriminasi produk minyak kelapa sawit dan turunannya kepada Uni Eropa (UE).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, surat keberatan itu ditandatangani bersama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad pada Minggu (7/4/2019).

“Kemarin Presiden sudah menandatangani surat bersama antara Presiden Jokowi dan PM Mahathir tentang keberatan kita mengenai rencana Uni Eropa mem-banned sawit dunia. Mereka tulis bersama, tanda tangan bersama dan dikirim ke UE,” kata Luhut di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Luhut menuturkan isi surat itu berisi keberatan Indonesia dan Malaysia sebagai negara utama pemasok sawit dunia atas diskriminasi oleh Uni Eropa.

Menurut Luhut, keberatan yang disampaikan Pemerintah Indonesia dan Malaysia merupakan sikap yang ditegaskan demi kepentingan petani sawit yang menggantungkan hidup mereka pada industri tersebut.

“Hal itu menyangkut sekitar 20 juta petani Indonesia langsung dan tidak langsung, jadi pemerintah bersikap,” kata Luhut.

Luhut menegaskan industri sawit juga merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menekan impor minyak yang membuat neraca transaksi berjalan terganggu.

“Maka itu (sawit) kita perjuangkan karena tak hanya petani, tapi berdampaknya juga kepada rakyat Indonesia karena menyangkut energi yang bisa kita dapat,” terang Luhut.



Sumber: BeritaSatu TV