Indika Jajaki Sumber Pendapatan Lain di Luar Batu Bara

Indika Jajaki Sumber Pendapatan Lain di Luar Batu Bara
Ilustrasi batu bara. ( Foto: Antara / Prasetyo Utomo )
/ FER Senin, 8 April 2019 | 21:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Indika Energy Tbk terus menjajaki peluang sumber pendapatan lain di luar sektor batu bara mengingat industri tersebut disebut masih terus mengalami volatilitas dari fluktuasi harga.

Baca Juga: Indika Optimistis Produksi Batu Bara Lampaui Target

Managing Director & CEO Indika Energy, Aziz Armand, mengatakan diversifikasi usaha di sektor lain telah mulai dilakukan perusahaan mulai dari investasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pembangunan terminal penyimpanan bahan bakar (fuel storage) hingga menggarap tambang emas.

"Awal-awal kita investasi di PLTU. Tahun lalu, kita mulai sibuk financial closing untuk PLTU Cirebon II. Terus kita mencari proyek yang lebih sustain yaitu fuel storage. Kita juga mencari peluang lain lagi, kita ke sektor pertambangan lain yaitu emas," jelas Aziz di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Emiten berkode saham INDY itu masuk dalam konsorsium yang mengerjakan PLTU Cirebon I berkapasitas 660 MW dan PLTU Cirebon II berkapasitas 1.000 MW. PLTU Cirebon I telah beroperasi 2012, sedangkan PLTU Cirebon II ditargetkan beroperasi Februari 2022.

Baca Juga: Indika Raih Proyek Fasilitas Penyimpanan Exxonmobil

Sementara itu, fuel storage sendiri merupakan fasilitas penampungan BBM yang memakan investasi US$ 108 juta. "Fuel storage itu baru financial closing akhir Desember 2018 dan akan beroperasi kuartal kedua 2020," kata Aziz.

Ada pun dalam menggarap peluang tambang emas, Indika Energy menggandeng Nusantara Resources Limited yang merupakan perusahaan tambang yang terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Australia.

Nusantara akan melanjutkan Proyek Emas Awak Mas di Sulawesi Selatan yang memiliki perkiraan cadangan bijih emas sebesar 1 juta ounce. "Kalau lancar, bisa mulai produksi tahun depan," imbuh Aziz.

Usaha-usaha yang dilakukan Indika itu sejalan dengan upaya memenuhi target 25 persen pendapatan perusahaan di luar batu bara. Hingga saat ini, sektor batu bara masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan porsi sekitar 80-an persen.

"Target 25 persen itu net income di luar batu bara dalam lima tahun ke depan," pungkas Aziz.



Sumber: ANTARA