Gelar Kelas Kreatif, Petrokimia Gresik Libatkan Milenial

Gelar Kelas Kreatif, Petrokimia Gresik Libatkan Milenial
PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar Kelas Kreatif di kampus Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Senin, 8 April 2019 | 21:41 WIB

Gresik, Beritasatu.com - PT Petrokimia Gresik menggelar kelas kreatif di kampus Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang.  Kegiatan ini merupakan bagian dari program BUMN Goes to Campus (BGTC) dan menyasar generasi milenial kreatif di Jawa Tengah.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Ekspor Pupuk NPS ke India

Manager Humas Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, menyatakan, BGTC merupakan bentuk BUMN Hadir Untuk Negeri, sekaligus memperingati HUT Kementerian BUMN yang ke-21.

"Kementerian BUMN melihat besarnya potensi generasi milenial dalam bidang industri kreatif. Melalui perusahaan BUMN, Kementerian BUMN menggelar program Kelas Kreatif yang dikemas secara ringan dan berbobot sebagai bentuk kontribusi perusahaan BUMN dalam mengembangkan potensi anak muda di berbagai daerah," ujar Ihwan di Gresik, Senin (8/4).

Dalam pelaksanannya, lanjut Ihwan, Petrokimia Gresik menggandeng mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip dan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus dengan melibatkan total lebih dari 350 anak muda

"Keseluruhan narasumber adalah pelaku usaha industri kreatif yang telah berpengalaman dan sangat berkompeten di bidangnya. Mereka hadir untuk berbagi kisah sukses, motivasi, serta tips dan trik dalam menjalankan usaha kreatif,” terang Ihwan.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi di Sektor Pertanian

Ihwan menambahkan, untuk mengembangkan industri kreatif berbasis potensi daerah, maka dibutuhkan kreatifitas yang perlu diasah sedini mungkin. Karena ekonomi kreatif merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih dengan dukungan e-commerce yang sudah sangat digemari oleh generasi milenial.

"Maka ini adalah sebuah potensi besar yang perlu kita maksimalkan agar perekonomian daerah berjalan, membuka lapangan kerja, dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah," imbuh Ihwan.

Sementara itu Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus Tyas Catur Pramudi menyatakan pihaknya sangat mendukung program ini, karena memberikan kesempatan, pengetahuan, serta keterampilan kepada anak muda, khususnya mahasiswa Udinus, untuk berani dan mau terjun ke industri kreatif.

"Melalui Kelas Kreatif ini, generasi milenial Jawa Tengah siap bersaing baik secara lokal maupun nasional,” ujar Tyas.

Cahyadi Adi, pemilik Batik Magrove, menambahkan bahwa program ini selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, juga akan mengangkat kesadaran anak muda akan potensi daerah mereka masing-masing.

"Tidak hanya membekali keterampilan dan menyiapkan mereka di industri kreatif tetapi juga membuat mereka menyadari potensi lokal yang ada dan bisa memberikan sentuhan inovasi dengan ide-ide yang lebih baru dan segar,” tutur Cahyadi.



Sumber: BeritaSatu.com