Ini Isi Nota Protes Minyak Sawit RI dan Malaysia ke UE

Ini Isi Nota Protes Minyak Sawit RI dan Malaysia ke UE
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memimpin delegasi Indonesia dalam misi gabungan negara-negara penghasil minyak sawit (CPOPC) di Brussels, Belgia, 8-9 April ini. ( Foto: istimewa )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 9 April 2019 | 16:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Malaysia dan Indonesia mengirim surat protes kepada Uni Eropa (UE) atas dugaan diskriminasi terhadap impor minyak sawit dari dua negara itu.

Dalam dokumen yang diterima redaksi, Selasa (9/4/2019), surat itu mempertanyakan pernyataan UE bahwa minyak sawit yang diproduksi dari dua negara tersebut tidak masuk sumber bahan bakar nabati (biofuel) yang diproduksi secara lestari dan tidak memenuhi ketentuan Renewable Energy Directive (RED) II yang ditetapkan UE.

Di sisi lain, minyak kedelai dari sumber-sumber tertentu dinyatakan berisiko rendah, "meskipun riset oleh UE sendiri menyimpulkan bahwa minyak kedelai berdampak pada deforestasi yang jauh lebih luas daripada minyak sawit," demikian petikan surat tersebut, tertanggal 5 April 2019.

"Ini memicu pertanyaan atas regulasi itu secara keseluruhan, dan membuka peluang bahwa sikap proteksionisme politik dan ekonomi lebih mendasari pembuatan regulasi tersebut daripada keputusan yang didasarkan pada penelitian ilmiah."

"Dua pemerintahan kami memandang ini sebagai sebuah strategi ekonomi dan politik yang dibuat sengaja untuk menghapus minyak sawit dari pasar UE," demikian disebutkan.

"Seperti yang sudah sering kami sebutkan, kehidupan lebih dari 13 juta orang (petani dan keluarga mereka) bergantung pada minyak sawit di Malaysia dan Indonesia. Ini merupakan kepentingan nasional mendasar bagi dua negara kami dan karena itu kami dengan tegas menolak regulasi tersebut."

Surat itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Presiden Joko Widodo.

Setelah surat protes itu dilayangkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Sekjen Kementerian Industri Malaysia Tan Yew Chong berkunjung ke Uni Eropa untuk menyampaikan protes langsung. Mereka menemui parlemen Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada Senin (8/4/2019) kemarin.



Sumber: BeritaSatu.com