Perjuangkan Komoditas Nasional, Gapki Terima Apresiasi dari Wapres

Perjuangkan Komoditas Nasional, Gapki Terima Apresiasi dari Wapres
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono menerima penghargaan dari Wapres Jusuf Kalla saat Penganugerahan Indonesia maju 2018-1019 yang diselenggarakan oleh harian Rakyat Merdeka dan Majalah Warta ekonomi di Hotel Pullman, Thamrin Jakarta, Senin (8/4). Foto: IST
L Gora Kunjana / AO Selasa, 9 April 2019 | 18:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menerima penghargaan Anugerah Indonesia Maju kategori Asosiasi Merah Putih karena sebagai asosiasi telah berperan sebagai motor, akselerator dan inovator dalam memperjuangkan kelapa sawit yang merupakan komoditas nasional di pasar global.

Penghargaan diterima Ketua Umum Gapki Joko Supriyono yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara penganugerahan Indonesia maju 2018-1019 yang diselenggarakan oleh harian Rakyat Merdeka dan majalah Warta Ekonomi di Hotel Pullman, Thamrin Jakarta, Senin (8/4).

Atas apresiasi yang telah diberikan, Joko Supriyono bersyukur perjuangan Gapki bersama dengan para petani dan tentunya pemerintah dalam memajukan industri sawit Indonesia serta melawan diskriminasi maupun kampanye negatif terhadap industri nasional ini mendapatkan apresiasi dan perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

Penjurian ajang penganugerahan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan riset dan seleksi, yaitu riset kualitatif (desk research), media monitoring serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Suryopratomo (pers), Rhenald Kasali (akademisi/ekonom), dan Tjipta Lesmana (akademisi/pakar politik).

“Penghargaan diberikan kepada tokoh maupun institusi yang visioner dan memiliki komitmen memajukan indonesia melalui visi-visinya,” kata salah seorang dewan juri, Suryapratomo. Selain Gapki, sejumlah menteri juga mendapatkan Anugerah Indonesia Maju antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMM, Menteri ESDM, dan Menteri Keuangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, sawit merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk memajukan Indonesia. Namun, upaya tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha yakni dalam meningkatkan ekspor, produktifitas, juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dulu migas kita ekspor, nah sekarang kita impor. Kalau harga sawit turun, yang terkena dampak adalah petani-petani sawit kita. Maka yang bisa mengatasinya adalah entrepreneurship yang menguasai teknologi bersinergi dengan pemerintah,” tegas Jusuf Kalla.



Sumber: Investor Daily