Pertemuan ABAC Dorong Inklusif Keuangan di Asia Pasifik

Pertemuan ABAC Dorong Inklusif Keuangan di Asia Pasifik
Chairman ABAC Indonesia, Anindya N. Bakrie (tengah). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / Herman / WBP Selasa, 9 April 2019 | 18:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) II pada 23-26 April 2019, atau sepekan pasca-pemilu, bertempat di ShangriLa Hotel Jakarta. Presiden Joko Widodo dijdwalkan hadir beserta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pertemuan ini akan membahas rekomendasi ABAC kepada para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) yang akan diserahkan pada akhir tahun ini. Adapun agenda utama ABAC Indonesia adalah mendorong ekonomi inklusif di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan ABAC II Jakarta 2019 ini merupakan salah satu wujud dukungan ABAC Indonesia terhadap pemerintah Indonesia, khususnya pasca-Pemilu 2019 dimana posisi diplomasi Indonesia harus semakin kuat di mata dunia international. Dampak lebih lanjut Indonesia dapat lebih berperan di kancah perdagangan global. “Sebagai bagian kekuatan ekonomi global dan memiliki 260 juta penduduk, atau lebih dari 1/3 populasi Asia Tenggara, Indonesia berperan penting dalam pasar global dan regional," kata Chairman ABAC Indonesia, Anindya N. Bakrie saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

The McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia yang kini berada di peringkat ke-16 dalam kekuatan ekonomi global akan terus naik menjadi ketujuh pada tahun 2030. Selain itu, PricewaterhouseCoopers percaya bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050.

Anindya N. Bakrie mengatakan, keberhasilan Indonesia di tengah gejolak global tidak dapat dipisahkan dari fundamental ekonomi domestik serta koordinasi kebijakan yang kuat. Selain itu, peluang perekonomian ke depan didorong teknologi digital. “Indonesia memiliki kesempatan berkembang yang sangat besar dengan memanfaatkan peran ekonomi digital untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Anindya N. Bakrie.

Anggota ABAC Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani menambahkan, ABAC mendukung sektor finansial yang semakin inklusif, dan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi melalui kesamaan akses dan inisiatif ABAC Impact Fund. Partisipasi perempuan di dalam ekonomi merupakan salah satu faktor penting bagi pencapaian pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik yang inklusif serta memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan mendapatkan manfaat seluas-luasnya. "Pembahasan mengenai topik ini difokuskan untuk mendorong kewirausahaan perempuan melalui financing and bundling of services, meningkatkan partisipasi perempuan di tempat kerja, dan melalui inisiatif pembentukan ABAC Impact Fund," kata Shinta Kamdani.

ABAC Impact Fund sendiri merupakan inisiatif Indonesia dan akan menjadi kontribusi ABAC secara keseluruhan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di kawasan Asia-Pasifik. Insiatif ini merupakan kemajuan proses ABAC yang sebelumnya lebih diarahkan untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin ekonomi APEC menjadi lebih kepada aksi nyata.

Dengan lebih dari 60 anggota ABAC yang seluruhnya merupakan pemimpin perusahaan terkemuka di kawasan Asia-Pasifk, ABAC Impact Fund memiliki potensi besar untuk memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat Asia-Pasifik sekaligus sebagai salah satu proses menuju Free Trade Area on Asia Pacific (FTAAP) yang dicita-citakan oleh APEC Bogor Goals 1994.

Muara semua inisiatif ABAC Indonesia adalah agar kerja sama perdagangan, investasi dan ekonomi membawa dampak pada pembangunan yang semakin inklusif ke depannya. Salah satu agenda yang konsisten dibawa ABAC Indonesia adalah mendorong sektor finansial yang semakin inklusif. “Tahun ini Indonesia menjadi champion dalam isu inklusi finansial dengan fokus kepada peran inklusi pada tabungan, dana pensiun dan asuransi,” kata anggota ABAC Indonesia, Kartika Wirjoatmodjo.



Sumber: BeritaSatu.com