Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Diperkirakan Bergeser ke Kapal

Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Diperkirakan Bergeser ke Kapal
Ilustrasi mudik kapal laut. ( Foto: Antara / Didik Suhartono )
/ WBP Selasa, 9 April 2019 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemudik pada Lebaran 2019 diprediksi bergeser ke moda kapal laut lantaran tiket pesawat yang dinilai masih mahal. Hal itu diungkapkan pengamat transportasi Universitas Katholik Soegijapranata Djoko Setijowarno usai konferensi pers Hasil Survey Potensi Pemudik Angkutan Lebaran 2019 di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

"Banyak peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Tanjung Perak itu yang berasal dari Kalimantan dan Sulawesi karena menggunakan moda udara lebih mahal," kata Djoko Setijowarno.

Djoko Setijowarno menyebutkan jumlah pemudik tersebut didominasi pekerja informal, seperti pedagang, pekerja perkebunan dan pekerja informal lainnya.

Pergeseran tersebut, selain disebabkan karena mahalnya harga tiket pesawat juga peningkatan fasilitas dan layanan moda laut. "Kapalnya sudah nyaman kok, ada wifi walaupun berlayar 24 jam," kata Djoko Setijowarno.

Selain itu, Djoko menyebutkan sudah ada angkutan pengumpan menuju pelabuhan, yakni bus Damri. "Kita minta nanti ditambah dan itu diinformasikan di kapal-kapal jangan sampai nanti ditangkap angkutan pelat hitam," kata Djoko Setijowarno.

Pergerakan penumpang paling banyak, adalah dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menuju Jawa Tengah, Kalimantan Utara ke Surabaya. "Selain itu, dari Sulawesi, tapi ada juga dari Kalimantan ke Sulawesi, ke Parepare maupun Makassar," kata Djoko Setijowarno.

Berdasarkan hasil survei potensi pemudik Angkutan Lebaran 2019 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, terdapat beberapa penggunaan moda yang berpotensi menurun jika dibandingkan moda yang dipilih pemudik pada tahun 2018, seperti pesawat turun 0,2 persen, sepeda motor turun 0,3 persen dan mobil pribadi turun 0,9 persen.

Sementara yang mengalami kenaikan antara lain adalah kereta api kelas bisnis naik 0,2 persen, dan kereta api kelas ekonomi naik 0,4 persen.



Sumber: ANTARA