Peruri Ekspor 1 Juta Buku Paspor ke Sri Lanka

Peruri Ekspor 1 Juta Buku Paspor ke Sri Lanka
Ilustrasi paspor ( Foto: the national )
/ WBP Selasa, 9 April 2019 | 21:30 WIB

Karawang, Beritasatu.com - Perum Peruri melakukan ekspor produk cetakan paspor ke Sri Lanka dengan sebanyak satu juta buku di Gedung Cetak Kertas Berharga Non-Uang, Kawasan Produksi Peruri, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019). Pengiriman buku paspor ini dihadiri Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Dalam Negeri Sri Lanka, Hon. J. C. Alawathuwala, dan Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya.

"Saya berikan apresiasi yang tinggi kepada Peruri karena mampu melakukan ekspor buku paspor Sri Lanka dengan total nilai sebesar US$ 2,1 juta," kata Menteri Rini M Soemarno di Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Pengiriman terakhir tersebut dilakukan sebanyak 500.000 buku yang sebelumnya telah dilakukan pengiriman tahap pertama sebanyak 500.000 pada akhir 2018.

Menteri Rini M Soemarno mendorong Peruri terus melakukan penjajakan kerja sama dengan Sri Lanka yang akan beralih menggunakan paspor elektronik (e-passport) serta mencetak dokumen sekuritas, maupun bank notes untuk negara lain. "Rencananya Sri Lanka akan menerapkan e-passport. Ini yang kita dorong terus. Saya apresiasi dengan seluruh manajemen dan karyawan Peruri atas dedikasinya sehingga kita dipercaya untuk mencetak dokumen security untuk negara lain," kata Rini M Soemarno.

Sejak 2003, Peruri telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Sri Lanka untuk memenuhi kebutuhan dokumen imigrasi berupa pencetakan paspor Sri Lanka.

Hingga 2018, Peruri telah mencetak paspor Sri Lanka dengan total sebanyak 8 juta buku dengan nilai US$ 15 juta.

"Dalam proses pembuatannya, Peruri menggunakan material dalam negeri kurang lebih sebesar 50 persen untuk tinta dan kertas sekuriti, selebihnya menggunakan material yang belum tersedia di dalam negeri," kata Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya.

Sejak 2017, Peruri juga telah memulai memproduksi e-paspor. Peningkatan kapabilitas Peruri tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi Peruri untuk meraih pasar internasional dalam memproduksi produk sekuriti lainnya seperti uang kertas, koin, pita cukai dan prangko.



Sumber: ANTARA