Operasi Pasar Turunkan Harga Bawang Merah di Surabaya

Operasi Pasar Turunkan Harga Bawang Merah di Surabaya
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura Kemtan, Yasid Taufik, saat operasi pasar bawang merah dan bawang puti di Pasar Mangga Dua Surabaya, Selasa (9/4) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 10 April 2019 | 15:55 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian (Kemtan) mengklaim operasi pasar bawang merah selama dua hari berturut-turut di tiga pasar besar di Surabaya mampu menurunkan harga bawang merah hingga Rp 24.000 per kilogram (kg). Operasi pasar hari pertama digelar di dua tempat, yakni Pasar Pabean dan Pasar Keputran. Sedangkan operasi pasar hari kedua di Pasar Mangga Dua.

Baca Juga: Harga Bawang Merah Melejit

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura Kemtan, Yasid Taufik, mengatakan, pada operasi pasar bawang merah dan bawang putih hari kedua di Pasar Mangga Dua, Selasa (9/4/2019), Kemtan bekerja sama dengan pelaku usaha yang peduli terhadap kepentingan petani dan konsumen untuk menstabilkan harga. Operasi pasar hari kedua ini menyebabkan harga bawang merah mengalami penurunan.

"Kami melakukan operasi pasar bawang putih dengan harga Rp 18.000 sebanyak 16 ton, sementara bawang merah Rp 23.000 per kilogram sebanyak 7 ton. Bawang putih yang tadinya di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kg kini turun menjadi Rp 18.000 per kg. Sementara, bawang merah yang semula seharga Rp 31.000 turun menjadi Rp 24.000 per kg," kata Yazid.

Sejalan dengan operasi pasar ini, lanjut Yasid, tren harga bawang mengalami penurunan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, operasi pasar akan terus dilakukan ke depan baik itu Jakarta atau Surabaya hingga harga kembali stabil.

"Kesuksesan operasi pasar tidak terlepas dari partisipasi pihak swasta untuk mau menjual kembali dengan harga yang menguntungkan konsumen," papar Yazid.

Yasid menyebutkan, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per kg. Dikarenakan keterlambatan panen dan masalah transportasi menyebabkan kenaikan harga. Pasokan bawang merah dalam beberapa hari ke  depan aman, termasuk jelang puasa dan menjelang hari raya.

"Pola tanam di petani juga sudah diatur sedemikian rupa untuk menghadapi kebutuhan jelang puasa dan lebaran. Jadi dipastikan stok aman," ungkap Yazid.

Yasid membeberkan, Kemtan tak hanya mengatur pola tanam bawang merah sebagai upaya pengamanan harga dan pasokan. Bawang putih pun mendapat fokus serupa dengan target swasembada pada 2021 nanti.

"Kami konsolidasi pada level on farm, yaitu bagaimana meningkatkan luas tanam bawang putih di sentra-sentra yang memiliki ketinggian di atas 800 m dpl," beber Yazid.

Selain itu, Kemtan juga menyediakan benih untuk memperluas bawang putih. Oleh karena itu produksi yang dihasilkan keseluruhannya untuk benih. "Kami targetkan 2021 bisa tercapai," tambah Yasid.

CEO CV Bawang Mas 99, Thio Herry juga mengatakan kenaikan harga bawang tidak akan berlangsung lama. "Pasti sebentar lagi akan turun. Yah, kisaran 3 sampai 4 hari harga akan stabil," ujar Thio.



Sumber: BeritaSatu.com