IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, RI Tetap di 5,2%

IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, RI Tetap di 5,2%
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) mendampingi Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kedua kiri) membeli gorengan saat mengunjungi korban gempa di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, 8 Oktober 2018. ( Foto: Antara / Ahmad Subaidi )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 10 April 2019 | 16:00 WIB

Washington, Beritasatu.com - International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3 persen, dari proyeksi 3,5 persen yanng disampaikan awal tahun ini. Kondisi buruk 2018 yang ditandai dengan perang dagang AS-Tiongkok masih menghantui perekonomian global tahun ini.

"Ini adalah masa-masa sulit untuk perekonomian global," kata Gita Gopinath, kepala ekonom IMF, pada Selasa (9/4/2019).

Proyeksi ini adalah yang terendah sejak perekonomian menyusut pada tahun 2009. Downgrade proyeksi ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan IMF dalam enam bulan terakhir.

Volume perdagangan dan jasa dunia diperkirakan naik 3,4 persen tahun ini, lebih rendah dari realisasi 3,8 persen tahun lalu, dan lebih rendah dari estimasi IMF Januari lalu sebesar 4 persen.

IMF mencatat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia antara lain: negosiasi dagang AS dan Tiongkok, keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa perjanjian transisi (skenario no deal Brexit).

"Menghindari kesalahan kebijakan yang dapat merusak aktivitas perekonomian harus menjadi prioritas," tulis IMF dalam laporannya.

Pertumbuhan ekonomi AS dipangkas menjadi 2,3 persen tahun ini, turun 0,2 persen poin dari proyeksi IMF Januari lalu. Melambatnnya perekonomian AS disebabkan oleh shutdown dan lambatnya penyerapan anggaran. Uni Eropa diperkirakan melambat ke 1,3 persen tahun ini, turun 0,3 poin dari proyeksi Januari lalu. IMF juga memangkas pertumbuhan ekonomi Inggris menjadi 1,2 persen, turun 0,3 poin dari proyeksi Januari lalu.

Perekonomian Tiongkok diperkirakan naik 0,1 poin ke 6,3 persen tahun ini, sementara Jepang turun 0,1 poin ke 1 persen. India diperkirakan tumbuh 7,3 persen tahun ini, naik dari 7,5 persen proyeksi Januari lalu. Indonesia tetap sebesar 5,2 persen.



Sumber: BeritaSatu.com