Industri Kosmetik Ditargetkan Tumbuh 9%

Industri Kosmetik Ditargetkan Tumbuh 9%
Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemperin Achmad Sigit Dwiwahjono, dalam diskusi di Bogor, Jumat 27 April 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Leonard AL Cahyoputra / HK Rabu, 10 April 2019 | 21:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Industri kosmetik ditargetkan tumbuh 9% pada 2019 seiring meningkatnya permintaan pasar di dalam dan luar negeri. Peluang pertumbuhan tersebut tidak lepas dari tren masyarakat yang mulai memperhatikan produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama.

“Kami menargetkan pada tahun ini, industri kosmetik dapat tumbuh hingga 9%. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial, sehingga usaha ini dapat menjanjikan bagi produsen yang ingin mengembangkannya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dia menegaskan, Kemenperin akan terus memacu pengembangan industri komestik dalam negeri agar mampu berdaya saing hingga pasar global. Pada tahun 2017, nilai ekspor produk kosmetik nasional telah mencapai US$ 516,99 juta, naik 16% dibanding tahun 2016 yang sebesar US$ 470,3 juta.

Sigit mengungkapkan, industri kosmetik di Tanah Air memiliki lebih dari 760 perusahaan, di mana 95%nya merupakan sektor industri kecil menengah (IKM). “Dan dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa sudah mengekspor produknya ke negara-negara di Asean, Afrika, Timur Tengah dan tujuan lainnya,” ujar Sigit.

Sigit menuturkan, Kemenperin tengah fokus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri kosmetik melalui berbagai program dan kebijakan strategis yang memperkuat struktur sektor tersebut. Misalnya, dengan bertransformasi menerapkan teknologi digital untuk menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri seiring era industri 4.0 saat ini.

“Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi ke tingkat konsumen, tentu akan memberikan peluang baru guna dapat meningkatkan daya saing industri dengan adanya perubahan selera konsumen dan perubahan gaya hidup,” papar dia.



Sumber: Investor Daily