2020, Sharp Targetkan Penjualan Rp 11 Triliun

2020, Sharp Targetkan Penjualan Rp 11 Triliun
Manajemen Sharp Indonesia, berfoto bersama menandakan dimulainya kampanye program "50 Years Celebrations' di Jakarta, Rabu (10/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Sharp Indonesia )
Emanuel Kure / FER Rabu, 10 April 2019 | 23:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) manargetkan pendapatan dari penjualan produk di pasar Indonesia sebesar Rp 11 triliun pada 2020. Jumlah tersebut akan naik dua kali lipat, dibandingkan jumlah pendapatan yang diraih pada 2018 yang sebesar Rp 6 triliun.

Adapun strategi yang akan dilakukan perusahaan adalah dengan terus meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia, menambah lini kategori produk baru, seperti merambah produk smartphone, personal computer (PC), serta small home appliances. Selain itu, perusahaan juga akan merambah pasar luar negeri, dengan mengekspor produk-produk yang diproduksi di Indonesia.

Sharp

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics, Indonesia Andry Adi Utomo, mengatakan, target untuk meraih pendapatan dari penjualan produk di Indonesia, maupun yang akan diekspor ke luar negeri sangat mungkin. Pasalnya, Sharp telah memiliki kategori produk yang sangat loyal dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari pencapaian Sharp di akhir 2018, yang mana Sharp berhasil menduduki peringkat nomor satu pangsa pasar empat kategori produk utama, seperti lemari es, AC, mesin cuci, dan TV.

"Kami akan menambah kategori produk, meningikatkan kapasitas produksi, lalau akan merambah ke pasar luar negeri. Itu strategi yang akan kami lakukan demi meraih target penjualan. Di sisi lain, kami sangat yakin, karena kami telah memiliki pasar yang kuat di Indonesia," kata Andry di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Menariknya, menurut Andry, terdapat dua fokus utama akan menjadi gebrakan Sharp ke depannya. Yaitu, merambah pasar luar negeri, serta merambah kategori produk baru. Pasalnya, selama ini, Sharp masih sangat dikenal akan produk-produk elektronik, serta home appliances.

"Untuk pasar luar negeri, ekspor kita selama ini kan masih di angka 5 persen hingga 10 persen. Namun, ke depannya, kita akan kejar sampai angka 20 persen. Produk-produk tersebut, terutama menyasar negara-negara mayoritas muslim. Seperti, produk yang sudah kita luncurkan di Indonesia, yaitu kulkas halal, TV azan, mesin cuci model hijab dan lainnya. Karena, kami yakin mayoritas muslim di luar negeri juga banyak,” jelas Andry.

Sedangkan kategori produk baru, Sharp akan menghadirkan produk smartphone, PC dan small home appliances. Terkait smartphone, memang Sharp sudah pernah meluncurkan produk smartphone. Tetapi kehadiran smartphone tersebut, hanya sebagai ajang untuk tes pasar. Tetapi ke depannya, Sharp akan serius menyasar produk smartphone.

"Kita harus main juga di smartphone. Karena, produk-produk kita juga sudah ada yang masuk ke Internet of Things (IoT). Jadi smartphone dibutuhkan untuk melengkapi ekosistem tersebut. Nanti, kita lihat apakah itu smartphone yang teknologi 5G, atau yang lainnya, nanti baru kita kaji yang sesuai dengan pasar Indonesia. Tetapi yang pasti kita akan serius menggarap produk smartphone ke depannya," ungkap Andry.



Sumber: BeritaSatu.com