Tingkatkan Kemampuan, Penyuluh Pertanian Dapat Bimbingan Teknis

Tingkatkan Kemampuan, Penyuluh Pertanian Dapat Bimbingan Teknis
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono. ( Foto: Dokumentasi )
/ WBP Kamis, 11 April 2019 | 08:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (Kemtan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan bimbingan teknis (bimtek) secara serentak kepada penyuluh pertanian dan petani andalan. Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas, sehingga mereka menguasai teknologi sebelum terjun ke lapangan.

Bimtek serentak dihadiri 1.500 orang dan dilaksanakan di enam lokasi. Adapun peserta untuk kesempatan kali ini perwakilan dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.

Dalam arahannya, Momon Rusmono mengungkapkan sejalan dengan program nawa cita pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, maka diperlukan militansi penyuluh pertanian. "Penyuluh pertanian tidak maksimal jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani, ini penting untuk meningkatkan produksi pertanian," kata Momon Rusmono dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (11/4/2019).

Momon Rusmono menegaskan ada tiga faktor yang harus dipegang penyuluh pertanian, yaitu kedaulatan, kesejahteraan petani dan lumbung pangan. Penyuluhan adalah proses pembelajaran secara masif bagi pelaku utama dan pelaku usaha. "Petani yang bergaerak, dan pelaku usaha menjadi sasaran penyuluh," kata Momon Rusmono.

Menurut Momon Rusmono, penyuluh harus mau mengajak petani untuk memahami pengertian penyuluhan, karena ada yang bersifat perlindungan dan bersifat pemberdayaan. "Sementara proses penyuluhan bagi pelaku adalah agar mereka mampu mengorganisasikan dirinya," kata Momon Rusmono.

Momon Rusmono mengatakan, penyuluhan perlu menggunakan pendekatan kelompok. Untuk itu dikembangkan kelembagaan petani, ekonomi petani, koperasi pertanian, hingga kelompok usaha bersama. "Tujuannya, agar mampu mengakses better farming, better bisniss, dan better living," kata Momon Rusmono.

Adapun kegiatan bimtek yang dilaksanakan secara serentak tersebut adalah pengusulan dan penilaian Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) elektronik (online), pelaporan Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian (IKPP) berbasis Android dan penumbuhan dan pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Dalam kegiatan tersebut penyuluh harus mampu menguasai semua teknologi terkini dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyebarkan hasil kinerja yang telah dicapainya.

Penyuluh juga harus mampu memanfaatkan smartphone, karena semua bimtek dapat diakses melalui smartphone berbasis android. "Dimana pun penyuluh berada, harus melaporkan kinerjanya melalui smartphone. Setiap keberhasilan langsung ditulis dengan baik dan diberitakan melalui media sosial," kata Momon Rusmono.



Sumber: BeritaSatu.com