Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi

Tren Inflasi Rendah Tak Mampu Menstimulasi Tingkat Konsumsi
INDEF menggelar diskusi media jelang depat terakhir Calon Presiden dan Wakil Presiden RI, di Jakarta, Kamisn 11 April 2019 ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Kamis, 11 April 2019 | 19:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto menyampaikan, tren inflasi rendah yang terjadi saat ini tidak mampu menstimulai kegiatan ekonomi, terutama konsumsi. Hal ini terjadi karena seiring melandainya inflasi, pertumbuhan konsumsi juga mengalami stagnansi.

"Ketika ada momentum inflasi rendah yang diklaim sebagai bentuk pencapaian pembangunan, tapi kemudian tidak ada implikasinya terhadap peningkatan daya beli masyarakat," kata Eko Listyanto, di acara diskusi media yang digelar INDEF, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ketika inflasi cenderung rendah, lanjut Eko, seharusnya daya beli masyarakat menjadi meningkat. Sejak 2015, tingkat inflasi Indonesia berada di angka 3%, bahkan di Maret 2019 sebesar 2,48 YoY.

"Tingkat inflasi ini sebetulnya sangat rendah. Tetapi problemnya adalah laju konsumsi kita yang tidak pernah keluar dari angka 5%, 5,1%, atau 5,2%. Jadi seperti tidak ada bedanya antara inflasi 8% atau 3% karena laju konsumsinya tetap sama. Bila tidak ada tambahan belanja sosial, kartu-kartu dan yang lainnya itu, saya rasa konsumsi masyarakat juga akan turun," kata Eko.

Di sisi lain, menurut Eko inflasi yang rendah seharusnya juga dapat mencerminkan terjangkaunya suku bunga pinjaman untuk melakukan aktivitas ekonomi. Sayangnya, inflasi sudah rendah namun suku bunga pinjaman masih tinggi dan jauh dari jangkauan dunia usaha.



Sumber: BeritaSatu.com