50% UMKM Diproyeksikan Go Digital di 2024

50% UMKM Diproyeksikan Go  Digital di 2024
Astragraphia Document Solution meluncurkan mesin cetak dengan teknologi inovatif, Fuji Xerox PrimeLink C9065 untuk menyasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).  ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 11 April 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, mengatakan, 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditargetkan sudah terdigitalisasi pada 2024. "Sekarang lagi dibahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 dimana 50% pelaku UMKM ditargetkan sudah go digital. Tapi ingat tak semua UMKM itu cocok untuk go digital, ada yang lebih pas secara konvensional. Jadi digitalisasi UMKM ini tak akan pernah mencapai 100%," kata Rully Indrawan, seusai menerima Rekomendasi Kesiapan UMKM 4.0 dalam Menunjang Ketahanan Ekonomi di Era Disruptif oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS), di Jakarta, Kamis (11/4/2019) sebagaimana dalam siaran persnya, yang diterima Beritasatu.com.

Rekomendasi itu diserahkan oleh Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution kepada Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan. Turut menyaksikan Chairman International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Hermawan Kartajaya dan Kepala Biro (Kabiro) Perencanaan Kemkop dan UKM, Ahmad Zabadi.

Rully menegaskan, UMKM adalah satu tulang punggung ekonomi di Indonesia. Perannya yang vital itu tergambar dalam data bahwa dari sekitar 62 juta unit usaha di Indonesia, sekitar 99% merupakan UMKM.

Untuk itu pemberdayaan sektor UMKM amatlah penting, tidak hanya bagi pemerintah namun juga pihak lain seperti institusi di bidang terkait sampai akademisi. Apalagi kehadiran teknologi sering dianggap sebagai disrupsi karena ditengarai malah akan mengurangi jumlah potensi tenaga kerja sektor UMKM.

Terkait rekomendasi ITS, Rully Indrawan, mengatakan, pihaknya berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada ITS. "Untuk selanjutnya rekomendasi ini akan kita pelajari dan diselaraskan dengan program Kementerian yang juga sudah memiliki road map terkait digitalisasi UMKM ini," tambah Rully.

Integrasi Offline dan Online

Sementara itu Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya mengatakan ICSB - sebagai pihak yang menjembatani antara ITS dan Kemenkop dan UKM berpandangan, rekomendasi ini tujuannya mempersiapkan bagaimana UMKM tidak menganggap teknologi sebagai disrupsi, namun justru memanfaatkan digital demi mengembangkan bisnis lebih baik lagi.

"Sekarang ada online dan offline. Hadir di pasar secara offline, tapi di online juga ada yang artinya mengintegrasikan dua hal yang berbeda itulah OMNI," ujar Hermawan Kartajaya.

Harapannya, lewat Kementerian Koperasi dan UKM, dokumen studi tersebut bisa menjadi pertimbangan serta diaplikasi sebagai wujud sektor UMKM yang lebih maju dan terdigitalisasi.

Dalam studi tersebut dipaparkan, era UMKM 4.0 adalah bisnis yang sudah mengintegrasikan teknologi digital seperti sosial media, sampai yang lebih maju lagi seperti pemanfaatan internet of things (IoT).

Kehadiran platform seperti marketplace yang merupakan akses satu pintu bagi UMKM dalam memasarkan produk produknya juga menjadi kunci.

Arman Hakim Nasution mengatakan, dalam studi yang dilakukan UMKM dalam era teknologi 4.0 memiliki empat unsur yang harus diperkuat, yaitu teknoware, humanware, infoware dan organware.

Untuk mewujudkannya harus ada kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi dan wasta termasuk di dalamnya market place.

"Harapannya, agar UMKM bisa dijembatani dan dibantu dari sisi teknologi, sehingga mereka bisa bersaing di pasar nasional. Dengan kata lain, UMKM didorong agar bermitra dengan para penyedia teknologi serta diberi pelatihan-pelatihan yang menunjang," katanya.

Arman menambahkan, pemerintah dan semua pihak terkait harus mendorong UMKM memiliki literasi dalam konsep digitaliisasi.
"Selanjutnya jika UMKM pingin naik kelas, data digital bisa diolah menjadi decision dan lalu ada wisdomnya. Bagaimana cara mengolahnya itu juga kami paparkan," katanya.

Bagaimanapun, kata Arman, manusia adalah mahluk sosial karena itu digitalisasi juga harus memiliki sisi humaniora. "Jadi ada tiga literasi yang harus digabung untuk bisa UMKM naik kelas di era 4.0 ini yaitu literacy digital, data dan humaniora," tambahnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com