EKRUT Dapatkan Pendanaan Pra-Seri A dari Venturra Discovery

EKRUT Dapatkan Pendanaan Pra-Seri A dari Venturra Discovery
Ilustrasi Startup. (Sumber: IST)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 12 April 2019 | 15:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Startup bursa kerja EKRUT mendapatkan pendanaan Pra-Seri A yang tidak disebutkan jumlahnya, dipimpin oleh Venturra Discovery, unit usaha investasi awal (seed) Venturra Capital. Pendanaan ini diikuti oleh investor existing seperti East Ventures, Prasetia, dan Skystar Capital, juga investor baru seperti Bizreach Inc dan Azure Ventures.

Investasi akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan, pengembangan produk dan data science. Dengan demikian, proses rekrutmen dan rekomendasi tenaga kerja akan lebih efisien dan relevan. Dana juga akan digunakan untuk mengembangkan jaringan penyedia kerja dan tenaga kerja di Indonesia.

Ekrut didirikan oleh Steven Suliawan dan Ardo Gozal pada 2016. Steven, yang bergabung dengan East Ventures di 2016, mengatakan, "Saat saya di East Ventures, saya melihat permasalahan dalam ekosistem yang dibangun East Ventures. Banyak portfolio East Ventures yang kesulitan mencari talenta baru. Sebagai venture capital, kami mencoba menggunakan fitur pencari kerja dari salah satu situs ternama. Saat kami mencari 'software engineers' di Jakarta, hanya 300 nama yang muncul dan tidak terlalu relevan dengan yang kami butuhkan. Kami mengidentifikasi masalah dan bertekad mencari solusinya".

Ardo sendiri bekerja sebagai seorang headhunter (pencari bakat) di bidang teknologi di Monroe Consulting sebelum direkrut EKRUT. Keduanya bertekad memperbaiki bursa kerja online dengan menciptakan bursa yang lebih terkurasi.

Saat ini, EKRUT sudah memiliki 2.700 penyedia kerja dan 120.000 tenaga kerja berkemampuan tinggi dalam databasenya. Melalui data science, sekitar 5 persen pelamar per per minggu dikurasi oleh EKRUT dan diberikan kepada pencari kerja untuk direview dan berpotensi diterima. Proses ini membutuhkan waktu rata-rata dua minggu.

Indonesia memiliki populasi bekerja 140 juta orang, terbesar di Asia Tenggara, dan memiliki sekitar 750.000 perusahaan, mulai dari kecil hingga besar. Euromonitor memperkirakan pasar rekrutmen di Indonesia sekitar US$ 1,5 miliar, tetapi proeses rekrutmen masih dilakukan secara manual dan inefisien, sehingga menimbulkan biaya operasi tinggi. Melalui teknologi, EKRUT mengklaim mampu mengurangi biaya operasi hingga 80 persen.

Raditya Pramana, managing partner Venturra Discovery, mengatakan, "Dalam satu dekade terakhir, teknologi telah mendorong pertumbuhan dan mendisrupsi industri-industri. Ironisnya, proses rekrutmen tenaga kerja berkemampuan tinggi di level manajerial mid-to-top masih dilakukan secara manual. Diperlukan solusi untuk menyeleksi kandidat yang sesuai dengan klasifikasi, di mana hal ini dimiliki EKRUT".



Sumber: BeritaSatu.com