Tol Laut Tekan Disparitas Harga

Tol Laut Tekan Disparitas Harga
Kapal pendukung program tol laut. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / MPA Jumat, 12 April 2019 | 21:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Program tol laut yang sudah berjalan 4 tahun lebih dinilai mampu mengurangi disparitas harga secara langsung, terutama di kawasan timur Indonesia.

“Kami sangat merasakan bahwa manfaat tol laut begitu besar mengurangi disparitas harga. Sebab selama ini harga yang diterima masyarakat kepulauan itu adalah harga dari kota-kota besar atau tidak direct, sekarang justru bisa langsung,” ungkap Direktur Usaha Angkutan Kargo dan Tol Laut PT Pelni Harry Budiarto dalam acara bedah buku "Memadu Tol Darat dan Laut Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif” di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Karena itu, dia berharap, program tol bisa terus berjalan tanpa mengurangi anggaran yang disediakan pemerintah. “Untuk kendala-kendala pada akhirnya bisa berjalan dengan sendirinya. Misalnya selama ini kita yang angkut, dan mendistribusikannya juga masih lewat PT Pelni. Sekarang sudah ada regulasi baik itu dari Kementerian Perdagangan maupun dinas perdagangan setempat,” urainya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan, tol laut tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan jalur angkutan darat. Apa yang dilakukan pemerintah dengan membangun jalur tol bisa dimanfaatkan namun saat ini dinilai belum begitu maksimal.

“Kita berharap ada kluster-kluster yang dilalui di sepanjang jalan termasuk jalan tol. Sehingga muatan kendaraan yang lewat tidak harus kendaraan besar, tapi ada kendaraan pengumpul yang mendistribusikan lewat pergudangan,” ucapnya.

Pemerintah, kata dia, harus berperan tapi sebagai fasilitator. Penggeraknya pada akhirnya bisa dilakukan lewat sektor swasta.

Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Saut Gurning, menyambut baik buku mengenai tol laut. Selama ini tol laut sudah banyak menunjukan peranannya dalam menurunkan disparitas harga namun masih perlu dioptimalkan lagi.

“Sedangkan kondisinya sebenarnya tidak selalu kelihatan. Padahal keberadaannya sangat berperan mengurangi disparitas harga secara langsung,” jelasnya.

Penulis buku “Memadu Tol Darat dan Laut Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif” Ansel Alaman menjelaskan bahwa disparitas, konektivitas, serta luas wilayah Indonesia menjadi alasan pentingnya memadukan fungsi tol darat dan laut.

“Persoalan tersebut menjadi dasar, dan telah diupayakan solusinya oleh pemerintah dan legislatif (DPR). Karenanya buku ini berfokus pada upaya pemerintah mewujudkan kerja sama swasta memadukan keduanya, tol darat dan laut,” ujarnya.

Salah satu upaya pemerintah dan operator untuk memperkuat program tol laut adalah dengan menginisiasi kontainer masuk desa. Program ini ditandai dengan pengiriman perdana 3 ton beras yang diangkut kapal Tol Laut KM. Logistik Nusantara II dengan tujuan desa-desa di Kecamatan Essang, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara dari Surabaya, Jawa Timur.

Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, program kontainer masuk desa diharapkan juga dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang selama ini belum maksimal.



Sumber: Investor Daily