Hingga Maret, Askrindo Syariah Bukukan Kafalah Rp 10,9 T

Hingga Maret, Askrindo Syariah Bukukan Kafalah Rp 10,9 T
kiri - kanan : Pemimpin Group Pengembangan Bank Nagari, Eli Warnita, Pemimpin Grup Hukum, Benny, Pemimpin Divisi Usaha Syariah, Azmi Febrian, Direktur Kredit dan Syariah, Hendri, Direktur Utama Askrindo Syariah, Soegiharto, Direktur SDM dan Umum Askrindo (Persero) Firman Berahima, Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Supardi Najamuddin, dan Direktur Keuangan, Subagio Istiarno berfoto bersama usai penandatanganan kerjasama antara Askrindo Syariah dan Bank Nagari, di Jakarta, Jumat 12 April 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 13 April 2019 | 17:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bank Pembangunan Sumatera Barat (Bank Nagari), Jumat (12/4/2019). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Askrindo Syariah Soegiharto dan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hendri di Gedung Primagraha Persada, Jakarta.

Kedua direksi tersebut di dampingi oleh Direktur Pemasaran Askrindo Syariah Supardi Najamuddin, Direktur Keuangan Askrindo Syariah, Subagio Istiarno, beberapa Kepala Divisi dari kedua belah pihak serta disaksikan Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) yaitu Firman Berahima yang juga merupakan Direktur Pembina Askrindo Syariah.

Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Supardi Najamuddin menjelaskan, Bank Nagari memiliki potensi yang sangat bagus untuk menjalin kerja sama. Hal tersebut terlihat dari perkembangan pembiayaan dan tingkat Non Performing Financing (NPF) yang cukup terjaga.

"Dari kerja sama ini potensi kafalah yang akan kita dapatkan bersumber dari pembiayaan konsumtif yang menjadi keunggulan bank daerah, terlebih lagi potensinya akan sangat besar jika bank tersebut dikonversi menjadi bank syariah yang saat ini sedang dalam kajian," kata Supardi.

Sementara itu, Supardi juga menyampaikan peningkatan kinerja perseroan, hal tersebut tercermin dari peningkatan pertumbuhan Kafalah, Imbal Jasa Kafalah (IJK) serta Aset Perusahaan.

"Hingga Maret 2019, Askrindo Syariah berhasil membukukan nilai Kafalah sebesar Rp 10,9 triliun, naik sebesar Rp 800 miliar dibandingkan Maret 2018 yaitu Rp 10,2 triliun, Imbal Jasa Kafalah kita pun meningkat 18,3% dibandingkan Maret 2019, saat ini tercatat Rp 63 miliar serta aset perusahaan hingga Maret 2019 sebesar Rp 434 miliar, naik 8% dibandingkan Maret 2018," jelas Supardi.

Untuk tahun 2019, Supardi mengatakan, akan tetap melakukan strategi implementatif dengan memaksimalkan potensi pasar penjaminan syariah yang ada di tanah air.

Selain itu, Askrindo syariah juga akan terus mengembangkan layanan dan inovasi dengan ditunjang oleh IT dan outlet yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

"Askrindo Syariah memiliki keunggulan IT dengan E-Polis sehingga nasabah bisa dilayani dengan cepat. Selain itu, kita juga memiliki layanan seperti online system dan host to host untuk memberikan kenyaman mitra bisnis. Dan hingga saat ini, Askrindo Syariah telah memiliki 8 Kantor Cabang dan serta 23 Kantor Pemasaran yang tersebar di 31 Kota di seluruh Indonesia," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com