Ammdes Bisa Jadi Feeder Ambulans

Ammdes Bisa Jadi Feeder Ambulans
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Andika Ammdes (kanan) bersama Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) Reiza Treistanto (kedua dari kanan) memperhatikan AMMDes yang dikembangkan sebagai feeder ambulans di Bogor, Jumat (12/4;/2019). ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 14 April 2019 | 17:05 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong pengembangan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (Ammdes) agar bisa dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia. Ammdes terbukti memiliki keunggulan mampu melewati medan yang sulit, sehingga Ammdes diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang minum infrastruktur.

“Salah satu tujuan pengembangam Ammdes adalah memang dikembangkan untuk pengembangan perekonomian bagi masyarakat desa, yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan, bahkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan lainnya,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kemperin, Putu Juli Andika, Minggu (14/4/2019).

Ammdes secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada event Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (Gilas) 2018. Saat ini, salah satu pengembang Ammdes adalah PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) di Citeureup, Bogor.

“Ammdes merupakan salah satu produk modernisasi yang masuk dalam program kerja Jokowi-JK. Karena itu, diharapkan alat multifungsi ini dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat juga membawa kesejahteraan masyarakat,” papar Putu Juli Andika.

Mengacu pada data riset yang dilakukan Kemperin di Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota menghabiskan biaya sebesar Rp 1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan oleh minimnya moda pengangkutan di desa. “Maklum, selama ini para petani menjual hasil taninya ke kota menggunakan sepeda motor,” ungkap Putu Juli Andika.

Di samping itu, menurut Putu Juli Andika, jarak pengangkutan lebih jauh karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan Ammdes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp 900.000 per bulan.

Menariknya lagi, kini Ammdes mampu dikembangkan sebagai feeder ambulans di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan juga minim infrastruktur jalan. Fungsi ini diyakini akan mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia. “Bahkan salah satu lembaga kesehatan internasional, yakni United States Agency for International Development (Usaid) berencana untuk memesannya,” ujar Putu Juli Andika.

Fleksibilitas desain dan juga ketangguhan yang dimilki oleh Ammdes, dinilai dapat dimanfaatkan oleh perangkat desa dan juga masyarakat untuk sama-sama mengurangi angka kematian ibu melahirkan.

“Teknologi yang ada di Ammdes sama dengan teknologi yang ada di kendaraan 4 WD (Wheels Drive). Sehingga memiliki kekuatan yang sangat cocok untuk menembus medan berat dan menjemput atau mengantar ibu hamil ke rumah sakit terdekat. Jadi, kita bisa bersama-sama mengurangi angka kematian ibu hamil,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ammdes juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang cukup baik, karena keempat bannya sudah dilengkapi dengan disc brake dan mampu melaju hingga 55 km per jam.

Bahkan, unit yang suku cadangnya didominasi oleh pabrikan dalam negeri ini telah dilengkapi dengan teknologi. “Komponen lokal Ammdes sudah lebih dari 70%. Untuk muatan penuhnya bisa mencapai 700 kg dan variasi kemiringan 20 hingga 30 derajat. Ammdes dilahirkan karena melihat infrastruktur atau jalan desa, sehingga dapat dimanfaatkan di jalan yang sangat ekstrim," imbuh Putu Juli Andika.

Pada kesempatan yang sama, Putu Juli Andika mengemukakan, Ammdes sudah mulai masuk tahapan produksi pada Maret 2019. Selain akan menggunakan mesin diesel konvensional, Kemperin juga berencana untuk mengembangkan Ammdes dengan tenaga listrik.

"Nanti, kami akan kembangkan AMMDes versi listrik. Jadi, mesin itu nanti akan diganti menggunakan tenaga dari baterai dan motor listrik," ungkap Putu Juli Andika.

 



Sumber: BeritaSatu.com