Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Capai 71,39

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Capai 71,39
Kecuk Suharyanto. ( Foto: Dhika Ristyani )
Herman / FER Senin, 15 April 2019 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2018 mencapai 71,39. Angka ini meningkat sebesar 0,58 poin atau tumbuh sebesar 0,82 persen dibandingkan tahun 2017.

Baca Juga: Neraca Dagang Maret Surplus US$ 540 Juta

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, bila menggunakan standar United Natios Development Program (UNDP), maka IPM Indonesia tersebut masuk dalam kategori tinggi.

"Peningkatan IPM sebesar 0,58 poin ini merupakan capaian yang menggembirakan. Tetapi ke depan kita harus berupaya bagaimana pertumbuhan ini makin lama semakin cepat," kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (15/4/2019)

Jika melihat per komponennya seperti angka harapan hidup pada bayi yang lahir di 2018 yaitu 71,20 tahun, lebih lama 0,14 tahun dibandingkan mereka yang lahir tahun sebelumnya. Suhariyanto menyampaikan, angka harapan hidup ini ditentukan oleh tingkat kematian bayi yang juga dipengaruhi oleh kesehatan keluarga dan lingkungannya.

Baca Juga: PKH Dinilai Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Sementara itu, anak-anak yang pada tahun 2018 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,91 tahun (Diploma I), lebih lama 0,06 tahun dibandingkan dengan yang berumur sama pada tahun 2017. Sementara penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,17 tahun (kelas IX), lebih lama 0,07 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dilihat per provinsi, IPM tertinggi adalah DKI Jakarta yang mencapai 80,47, sementara yang terendah Papua yaitu 60,06. Namun, IPM Papua pada 2018 ini sudah masuk kategori sedang. Ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 59,09 dan masih terkategorikan rendah.

"Meskipun DKI Jakarta paling tinggi dan Papua paling rendah, tetapi gap antar provinsi sudah semakin rendah," kata Suhariyanto.

Baca Juga: Kesenjangan Ekonomi Jabar di Atas Nasional

Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2018 juga terlihat dari perubahan status pembangunan manusia di tingkat provinsi. Secara umum, ada 8 provinsi yang naik kelas atau mengalami peningkatan status pembangunan manusia. Tujuh provinsi yang berstatus 'sedang' pada tahun 2017 berubah status menjadi 'tinggi', sementara ada satu provinsi yang mengalami peningkatan status dari 'rendah' ke 'sedang'.

"Di tahun 2018, hanya ada satu provinsi yang IPM-nya masuk kategori sangat tinggi yaitu DKI Jakarta, kemudian ada 12 provinsi yang masuk kategori sedang, sementara 21 provinsi masuk kategori tinggi," terang Suhariyanto.



Sumber: BeritaSatu.com