Soal Deindustrialisasi, JK Bantah Prabowo

Soal Deindustrialisasi, JK Bantah Prabowo
Jusuf Kalla. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / YUD Senin, 15 April 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak setuju dengan pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi. JK mengemukakan pertumbuhan industri Indonesia saat ini sekitar 5 persen per tahun.

"Tidak benar itu. Industri kita tumbuh 5 persen per tahun. Berkembang, tidak ada yang berkurang," kata JK saat membuka pameran di Indonesa Convention Exhibition BSD, Tangerang Selatan, Senin (15/4/2019).

Sebelumnya, dalam debat terakhir Sabtu (13/4/2019) lalu, Prabowo menyebut telah terjadi deindustrialisasi. Hal itu berupa penurunan di sektor industri Indonesia.

"Kalau negara lain industrialisasi, kita deindustrialisasi. Sekarang bangsa Indonesia tidak produksi apa-apa," kata Prabowo.

‎JK menyebut pada jangka waktu 2014-2017, perkembangan industri saat ini menyumbang 21 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan industri sebagai penyumbang terbesar dalam PDB Indonesia.

"Industri tetap yang tertinggi, sektor tertinggi dalam pendapatan nasional. Industri tetap berkembang dan tak akan terjadi deindustrialisasi," jelas JK.

JK menegaskan sektor industri akan tetap menjadi andalan ke depan. Revolusi Industri 4.0 akan membawa industri berkembang pesat dan efisien lewat teknologi.

"Kemajuan teknologi telah mengubah, baik cara kita berproduksi, cara kita berperilaku dan hubungan sosial kita semua," tuturnya.

Dia menambahkan‎ kemajuan teknologi tidak bisa dilawan. Pemerintah menganggap teknologi bukan sebagai ancaman, melainkan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

"Perubahan perubahan itu tidak mungkin kita tolak atau kita tidak menerima," tutup JK.



Sumber: Suara Pembaruan