Kuartal I, Produksi Minyak Pertamina EP Lampaui Target

Kuartal I, Produksi Minyak Pertamina EP Lampaui Target
Pusat Produksi Gas Pertamina EP. ( Foto: Antara/Zabur Karuru )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 15 April 2019 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sepanjang kuartal I-2019 mencatat produksi minyak sebesar 82.222 barrel oil per day (BOPD) atau 101 persen dari sasaran rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 81.046 BOPD dan 99 persen dari target APBN, yaitu 83.363 BOPD. Adapun produksi gas 967,62 MMSCFD atau 100 persen target dari sasaran RKAP yaitu 968,16 MMSCFD dan prognosa 2019 sebesar 970,72 MMSCFD.

Dari sisi finansial, Pertamina EP sepanjang kuartal I-2019 mencatat pendapatan US$ 693 juta, atau naik dibandingkan periode sama 2018 yang tercatat US$ 675 juta. Pendapatan berasal dari penjualan minyak senilai US$ 353,54 juta dan gas US$ 339,56 juta. “Profit after tax kami naik dari US$ 140 juta pada kuartal I-2018 menjadi US$ 167 juta pada kuartal I-2019,” ujar Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim, saat berbicara pada media gathering di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Chalid Said Salim mengatakan peningkatan pendapatan dan laba bersih ditopang kenaikan produksi minyak dari 74.500 BOPD pada kuartal I-2018 menjadi 82.000 BOPD pada kuartal I-2019. Peningkatan kinerja juga ditopang kenaikan harga jual Indonesia Crude Price (ICP). Pada awal 2018, ICP US$ 48 per barel, dan di akhir 2018 menembus level US$ 70 per barel dan terus bertahan dengan kecenderungan fluktuatif pada kuartal I-2019. “Sedangkan asumsi harga gas US$ 6,08 per MSCF,” ujar Chalid Said Salim.

Pertamina EP tahun ini memproyeksikan produksi migas 252,43 MBOEPD, terdiri atas produksi minyak 85.000 BOPD dan gas 970 MMSCFD. Pada 2018, realisasi produksi minyak PEP mencapai 79.445 BOPD atau 98 persen dari target 81.142 BOPD. Sementara gas 1.016,74 MMSCFD atau 102 persen dari target 994,01 MMSCFD.

Menurut Chalid Said Salim, untuk mencapai target tersebut, Pertamina EP menyiapkan 1.514 pemboran sumur. yang terdiri atas 1.146 sumur target Well Intervention (WI), 264 sumur target Work Over (WO), dan 104 sumur target Bor. “Sebanyak 28,6 persen atau 429 di antaranya dilaksanakan oleh Pertamina EP Asset 5, terdiri atas 245 sumur WI, 135 sumur WO dan 49 sumur bor,” kata Chalid Said Salim.

Chalid Said Salim mengungkapkan untuk mencapai terget tersebut, Pertamina EP mempercepat produksi melalui POP 3 sumur dari tiga struktur, yaitu Akasia Maju (minyak), Kayu Merah (gas), dan Haur Gede (gas). Di luar itu, Pertamina EP melakukan optimasi penerapan full development secondary recovery di struktur Rantau, Jirak, Ramba, Belimbing, dan Tertiary Recovery di struktur Tanjung. Kegiatan lainnya adalah menurunkan LPO akibat unplandes shutdown surface facilities , maksimum 330 BOPD. “Kami juga berupaya untuk monetisasi gas dari struktur Sei Gelam, Sangetti, Haur Gede, Kayu Merah, North Kedung Tuban, Tapen, Suci, dan Trembul untuk peningkatan lifting gas,” kata Chalid Said Salim.

Di tempat yang sama, GM Pertamina EP Asset 5 Irwan Zuhri menambahkan, Pertamina EP di area Kalimantan mencatatkan produksi minyak 17.616 BOPD dari target 18,278 BOPD dan gas 16,366 MMSCFD dari target 15.66 MMSCFD. “Pertamina EP Asset 5 adalah backbone untuk produksi minyak Pertamina EP, sedangkan gas Pertamina EP Aset 2,” ujar Irwan Zuhri.

Irwan Zuhri memproyeksikan produksi minyak Pertamina EP Asset 5 tahun ini menembus 20.000 BOPD dan gas tetap di level 15 MMSCFD. Irwan Zuhri mengakui target tersebut cukup menantang tapi bisa terealisasi dengan kegiatan pemboran.

Pada 2019, Pertamina EP Asset 5 akan ada pemboran, terbanyak di Bunyu 15 sumur, Sangasanga 12 sumur, Tarakan 11, Sangata 6 sumur, dan Project EOR Tanjung 5 sumur. “Total 49 sumur, tiga sumur carry over. Kami juga akan lakukan kegiatan WO dan WI terbanyakn WO di Bunyu dan Sangasanga serta subservice reservoir penyebaran terbatas,” ujar Irwan Zuhri.



Sumber: BeritaSatu.com