Pemilu Usai, Darmin Yakin Investasi Asing Banyak Masuk

Pemilu Usai, Darmin Yakin Investasi Asing Banyak Masuk
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ( Foto: Beritasatu TV )
/ WBP Rabu, 17 April 2019 | 19:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini investasi asing akan lebih banyak masuk ke Indonesia setelah Pemilu 2019 selesai. Apalagi bila sudah dipastikan siapa presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024.

"Kalau investasi iya, tentu akan membuat menjadi lebih pasti dan lebih jelas. Tapi ya itu harus selesai dulu pemilunya, benar-benar hasilnya. Itu kemudian akan membuat orang mengambil keputusan," kata Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Sejauh ini, lanjut Darmin Nasution, kontribusi investasi bagi pertumbuhan ekonomi masih relatif baik di mana pertumbuhannya di kisaran 6,7 hingga 7 persen, yang diiringi pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih di kisaran 5-5,1 persen. "Jadi dilihat dari situ, asal ekspor impornya tidak menarik ke bawah, ya kita akan bisa bertahan di 5,2 persen di 5,3 persen akan ada di situ. Jadi keuntungan kita sebagai negara dengan penduduk yang besar adalah dunia boleh melambat, kita belum tentu ikut," kata Darmin Nasution.

Menurut pria yang pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia itu, lima tahun ke depan, situasi ekonomi domestik akan sangat terpengaruh kondisi global. Apa yang direncanakan dan sudah dipersiapkan pemerintah dua atau tiga tahun lalu, tiba-tiba dikejutkan dengan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Tadinya Amerika terutama Donald Trump optimistis bahwa dia pasti menang perang dagang. Sekarang semuanya kena ya kan. Sekarang semuanya kena, melambat, ekonomi dunia sedang melambat. Perhatikan bahwa ekspor kita itu ambil empat terbesar tujuan ekspor, Tiongkok, Amerika, Jepang, Eropa, itu semua ekspor kita menurun sudah dua bulan. Artinya apa? Ada hal-hal baru yang berkembang yang juga harus dijawab," ujar Darmin Nasution.

Darmin Nasution menambahkan, di tengah kondisi ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian, pemerintah berupaya agar kinerja ekspor dalam neraca perdagangan dapat dipertahankan tetap positif agar Indonesit tidak dianggap sebagai negara berisiko.

"Jadi, selain kebijakan jangka menengah yang dulu kita susun, yang namanya selain infrastruktur ada tax holiday dan fasilitas macam macam ada OSS (online single submision) , kita juga sedang menyiapkan pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi. Kita juga sedang mempercepat reforma agraria dan macam macam, itu tetap penting. Tetapi ada yang lebih mendesak sekarang, yaitu ekspor," ujar Darmin Nasution.



Sumber: ANTARA